Artikel ini mengeksplorasi praktik terbaik dari program pendampingan di seluruh jurnal di Universitas Airlangga. Universitas telah membentuk tim pendamping jurnal, sebagaimana diamanatkan oleh peraturan rektor, yang bertanggung jawab untuk membimbing jurnal dalam persiapan, pengajuan, manajemen, kebijakan, serta peningkatan kualitas secara keseluruhan. Studi kasus dilakukan untuk mengeksplorasi mekanisme pendampingan di Universitas Airlangga. Para mentor dipilih dari editor berpengalaman di universitas, masing-masing dengan latar belakang yang terkemuka dalam mengelola jurnal mereka sendiri.
Program pendampingan ini berhasil mengindeks 14 jurnal di Scopus, satu di Web of Science (WoS), 85 di Science and Technology Index (SINTA), dan 60 di Directory of Open Access Journals (DOAJ). Strategi yang digunakan dapat dibagikan kepada universitas lain untuk membantu para editor jurnal mereka.
Program pendampingan di Universitas Airlangga secara signifikan meningkatkan kualitas dan visibilitas internasional jurnal akademik yang dimilikinya. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan pengindeksan sejumlah jurnal di database bergengsi, termasuk Scopus, WoS, SINTA, dan DOAJ.
Pendampingan yang terstruktur, target yang jelas, dan dukungan institusi yang komprehensif menjadi faktor kunci dalam pencapaian hasil ini. Model ini dapat menjadi praktik terbaik yang dapat diperluas untuk universitas lain yang ingin meningkatkan kualitas jurnal dan posisi global mereka.
Penulis: Ferry Efendi, S.Kep., Ns., M.Sc., Ph.D
Baca juga: Menjembatani Kesenjangan Jurnalisme dan Advokasi Kebijakan Kesehatan





