Hubungan harmonis antara margin gingiva dan struktur gigi merupakan prasyarat penting untuk keberhasilan restorasi gigi, baik dari sisi fungsi maupun estetika. Ketidakseimbangan hubungan ini, seperti mahkota klinis yang pendek atau tampilan gingiva berlebih, dapat menurunkan estetika senyum serta meningkatkan risiko inflamasi periodontal. Kondisi tersebut sering dijumpai pada kasus erupsi pasif terganggu, karies subgingiva, atau kebutuhan restorasi yang meluas hingga mendekati tulang alveolar.
Pelanggaran biological width oleh margin restorasi diketahui dapat memicu peradangan gingiva, kehilangan perlekatan, serta resorpsi tulang alveolar. Oleh karena itu, prosedur crown lengthening menjadi pilihan terapeutik untuk mengekspos struktur gigi yang adekuat sekaligus mempertahankan kesehatan jaringan periodontal. Crown lengthening dapat dilakukan melalui berbagai teknik, seperti gingivektomi, flap apikal, dan reduksi tulang, tergantung kebutuhan klinis dan estetika. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penerapan crown lengthening konvensional dengan reduksi tulang pada regio anterior maksila untuk meningkatkan proporsi mahkota klinis dan estetika.
Seorang perempuan berusia 21 tahun dirujuk dari Departemen Konservasi Gigi ke Departemen Periodonsia dengan keluhan utama keinginan memperbaiki estetika gigi anterior. Pasien tidak memiliki riwayat penyakit sistemik maupun alergi, serta terakhir menjalani scaling satu tahun sebelumnya. Pemeriksaan klinis menunjukkan adanya plak dan kalkulus, hiperplasia gingiva generalisata, serta perdarahan saat probing. Karies ditemukan pada gigi anterior maksila, disertai mahkota klinis yang tampak pendek.
Pemeriksaan bone sounding pada gigi 13–23 menunjukkan jarak antara margin gingiva dan puncak tulang alveolar yang tidak mencukupi untuk restorasi subgingiva tanpa melanggar biological width. Berdasarkan temuan tersebut, direncanakan prosedur crown lengthening dengan reduksi tulang selektif.
Tahap pra-bedah diawali dengan edukasi kebersihan mulut serta scaling dan root planing untuk mengeliminasi inflamasi. Setelah jaringan periodontal stabil, dilakukan evaluasi untuk menentukan kebutuhan reduksi tulang. Prosedur bedah dilakukan dengan anestesi lokal, diikuti insisi eksternal bevel dan elevasi flap full-thickness. Reduksi tulang alveolar dilakukan menggunakan bur kecepatan rendah hingga diperoleh jarak sekitar 2–3 mm antara puncak tulang dan margin restorasi yang direncanakan. Flap kemudian diposisikan secara apikal dan dilakukan penjahitan.
Evaluasi pascaoperasi menunjukkan penyembuhan jaringan yang baik, kontur gingiva lebih simetris, serta peningkatan tinggi mahkota klinis pada gigi anterior.
Crown lengthening merupakan prosedur periodontal yang umum dilakukan pada jaringan periodontal sehat untuk kebutuhan restoratif dan estetika. Prinsip utama tindakan ini adalah mempertahankan biological width, yang secara histologis mencakup epitel junctional dan perlekatan jaringan ikat dengan total sekitar 2–3 mm. Reduksi tulang sebesar 1–2 mm sering diperlukan untuk memastikan jarak biologis tersebut tetap terjaga setelah reposisi gingiva.
Pada kasus ini, penggunaan flap full-thickness dengan osseous resection memungkinkan visualisasi langsung tulang alveolar dan kontrol presisi selama reduksi tulang. Hasil klinis menunjukkan stabilitas margin gingiva dan tidak ditemukan tanda inflamasi pascaoperasi. Hal ini sejalan dengan laporan bahwa stabilisasi jaringan periodontal umumnya tercapai dalam 3–6 bulan setelah crown lengthening, terutama pada pasien dengan biotipe gingiva tebal dan kontrol plak yang baik.
Crown lengthening konvensional dengan reduksi tulang terbukti efektif dalam meningkatkan proporsi mahkota klinis dan estetika gigi anterior tanpa mengorbankan kesehatan periodontal. Pemahaman prinsip biological width, perencanaan pra-bedah yang matang, serta kontrol plak yang optimal merupakan faktor kunci keberhasilan dan pencegahan kegagalan restorasi jangka panjang.
Penulis: Dr. Shafira Kurnia Supandi, drg., Sp.Perio.
Sumber : Shafira Kurnia Supandi, Ulfi NabilaAulinissa, Adinda Putri Prilia, Fifi Dwinanda Herdian and Tengku Natasha Eleena binti Tengku Ahmad Noor. Conventional crown lengthening procedure with bone reduction (Osseus resection). World Journal of Advanced Research and Reviews, 2026, 29(01), 253-258. Article DOI: https://doi.org/10.30574/wjarr.2026.29.1.4030.





