Universitas Airlangga Official Website

Psikometrik Willingness to Use Telemedicine Questionnaire versi Indonesia pada Mahasiswa Farmasi

Telemedicine merupakan pemberian layanan kesehatan jarak jauh oleh tenaga kesehatan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi. Di Indonesia, layanan telemedicine telah tercakup dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 20 Tahun 2019. Telemedicine telah terbukti memberikan dampak positif pada pasien, yakni memberikan aksesibilitas yang lebih besar, biaya yang lebih rendah, hingga mampu meningkatkan hasil pengobatan dan meningkatkan kualitas hidup pasien secara menyeluruh.

Namun, tantangan seperti kurangnya pengetahuan, pelatihan, dan keterampilan di antara tenaga kesehatan dapat menghambat adopsi layanan telemedicine. Meskipun kendala tersebut seringkali dialami oleh tenaga kesehatan, mahasiswa kesehatan (klinis maupun non-klinis) dapat membantu mengimplementasikan telemedicine dalam keberlangsungan pelayanan kesehatan. Pengetahuan, persepsi, dan kesadaran bagi mahasiswa dan tenaga kesehatan sangat penting dalam memberikan layanan telemedicine. Hal tersebut berguna untuk melihat perspektif pengetahuan dan kesadaran mahasiswa dalam merancang, mengembangkan, dan mengimplementasikan telemedicine.

Penelitian mengenai perilaku mahasiswa dalam mengadopsi telemedicine telah banyak dilakukan, namun masih kurangnya penelitian yang membahas mengenai efektivitas alat ukur penilaian kesediaan menggunakan telemedicine di Indonesia. Untuk mengatasi hal tersebut, maka penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan dan mengadaptasi Willingess to Use Telemedicine Questionnaire (WTQ) ke dalam bahasa Indonesia dan menganalisis psikometrik kuesioner tersebut.

Penelitian ini dilakukan untuk menilai reabilitas dan validitas Willingess to Use Telemedicine Questionnaire (WTQ) dalam bahasa Indonesia di kalangan mahasiswa farmasi di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Sebanyak 327 mahasiswa farmasi berpartisipasi dalam penelitian ini. Pengujian realibilitas WTQ dilakukan dengan pendekatan konsistensi internal dengan menggunakan formula Alpha Cronbach. Sedangkan uji validitas konstruk menggunakan uji korelasi Pearson. Serta, analisis faktor eksploratori juga dilakukan untuk menyelidiki struktur faktor dari WTQ.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa WTQ versi Indonesia menunjukkan konsistensi internal dan reliabilitas yang sangat baik. Koefisien Cronbach’s alpha untuk semua item dan skor total WTQ berkisar antara 0.856 sampai 0.977, yang menunjukkan konsistensi yang tinggi. Koefisien korelasi intrakelas untuk item-item WTQ dan skor total berkisar antara 0.741 hingga 0.894, menunjukkan reliabilitas test-retest yang sangat baik. WTQ menunjukkan korelasi yang kuat dengan Telemedicine Perspective Questionnaire (TMPQ), yang mengindikasikan validitas konstruk yang baik. Analisis faktor eksploratori mengungkapkan tiga faktor: pengetahuan, persepsi, dan kemauan untuk menggunakan telemedicine.

Dengan demikian, Willingess to Use Telemedicine Questionnaire (WTQ) versi bahasa Indonesia merupakan alat yang dapat diandalkan dan valid untuk menilai kesediaan menggunakan telemedicine pada kalangan mahasiswa farmasi. Kuesioner ini memberikan wawasan baru mengenai adopsi layanan telemedicine di Indonesia. Kuesioner ini dapat digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan, persepsi, dan kemauan para profesional kesehatan dan mahasiswa mengenai telemedicine, yang berkontribusi pada perencanaan dan implementasi layanan kesehatan digital di Indonesia.

Penulis: Elida Zairina, Davina Satya Mutia

Artikel lengkap: Kristina SA, Alfian SD, Pradipta IS, Zairina E, Hak E. The psychometric properties of the Indonesian version of the Willingness to use telemedicine questionnaire in pharmacy students. Pharmacy Practice 2023 Jul-Sep;21(3):2839.  https://doi.org/10.18549/PharmPract.2023.3.2839