Universitas Airlangga Official Website

Pusat Halal UNAIR dan Kosgoro Jombang Bantu Jamin Kehalalan Makanan Bergizi Gratis

(Foto: Pusat Halal)
(Foto: Pusat Halal)

UNAIR NEWS – Pusat Halal UNAIR berkolaborasi dengan Dewan Perwakilan Daerah Kosgoro 1957 Jombang (Kosgoro Jombang) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Sertifikasi Halal dan Sehat bagi  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jombang.

SPPG berfungsi sebagai pusat dapur umum dalam skema program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Inisiatif pemerintah itu dirancang untuk mendistribusikan asupan nutrisi bagi pelajar, ibu hamil, dan ibu menyusui, dan mendorong penguatan ekonomi di tingkat lokal.

Kegiatan tersebut berlangsung secara daring pada Senin (29/12/2025). Pada kegiatan tersebut dipaparkan materi terkait Kebijakan Dasar dan Implementasi Regulasi Jaminan Produk Halal pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang disampaikan oleh ketua Pusat Halal UNAIR,Dr Abdul Rahem, MKes Apt.

Kemudian dilanjutkan materi tentang Teknis Penjaminan Produk Halal dan Sehat Pada SPPG serta Titik Kritis yang Perlu Diwaspadai dalam Penyajian yang disampaikan olehstaf ahli Pusat Halal UNAIR sekaligus anggota Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Timur, H. Ainul Yaqin, SSi MSi Apt.

(Foto: Pusat Halal)

Pada kegiatan ini, ketua Pusat Halal UNAIR berdiskusi tentang urgensi jaminan produk halal.
“Pada hakikatnya, makanan halal yang ada di sekiar itu banyak. Demikian karunia Allah yang diberikan kepada kita. Namun demikian, perkembangan zaman telah memberikan kemudahan bagi masyarakat, sehingga mereka kurang paham atau kurang waspada mencampurkan bahan halal dan haram” ujar Abdul Rahem.

“Hal ini membuat adanya kontaminasi yang membahayakan umat Islam. Ingat hadist, bahwa mengonsumsi makanan haram walaupun sedikit, 40 hari ibadah kita tidak diterima. Inilah yang mendasari sertifikasi halal, bukan sertifikasi haram,” lanjutnya.

Selain memaparkan regulasi, Abdul Rahem juga menjelaskan tentang hasil riset dan temuan-temuan campuran bahan non-halal yang ada di sekitar. Hal ini menjadikan forum semakin menarik karena masyarakat menjadi paham bahan-bahan yang perlu diwaspadai.

Sementara itu, Ainul Yaqin menjelaskan tentang cara pemenuhan kriteria sistem jaminan produk halal. “Pelaku usaha harus mewaspadai bahan-bahan kritis yang telah dipaparkan ketua Pusat Halal. Selain itu, perlu dierhatikan juga terkait pengolahan, penyajian, pengemasan, sosialiasi kepada seluruh karyawan, dan konsistensi penggunaan bahan halal,” ungkap Ainul Yaqin.

“Kasus ompreng import yang ternyata non-halal menjadi perhatian serius masyarakat. Maka penyedia SPPG hendaknya berhati-hati dalam penyajian. Jangan sampai niat mulia disalahartikan,” tutur Ainul Yaqin.

Pada pertemuan ini, hadir 8 penyedia dapur SPPG. Maulana Syahiduzzaman (Gus Maman), Ketua Kosgoro Jombang sekaligus alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNAIR menyatakan apresiasi atas kolaborasi ini.

“Terima kasih kami sampaikan atas wawasan yang telah diberikan oleh Tim Pusat Halal. Selanjutnya, para peserta akan kami bimbing untuk menyusun dokumen. Mohon nanti berkenan dibantu oleh Tim Pusat Halal” ujar Gus Maman.

Gus Maman menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Jombang memproyeksikan 174 unit SPPG beroperasi. Banyak yang memerlukan bantuan teknis terkait pemenuhan standard layanan termasuk sertifikat halal.

“Kebetulan hari ini masih 8 unit yang hadir karena masih masa libur sekolah, selanjutnya mohon bantuan kembali untuk memberikan wawasan sekaligus mengawal proses hingga terbit sertifikat, bahkan mungkin pembinaan setelah beroperasi” kata Gus Maman.

Penulis: Adistiar/Tim Pusat Halal

Editor: Khefti Al Mawalia