Universitas Airlangga Official Website

Radiasi pada Telepon Genggam Memengaruhi Pembentukan Tulang

Ilustasi radiasi hp (Sumber: Gadget Planet)
Ilustasi hp (Sumber: Gadget Planet)

Sejak terjadinya pendemi yang disebabkan oleh virus Covid-19, terdapat larangan dari pemerintah untuk beraktivitas di luar dan melakukan aktivitas seperti sekolah, bekerja dan lain lain dari rumah. Sebagai akibatnya, anak anak menggunakan telepon genggam sebagai media untuk sekolah dan berkomunikasi dengan guru dalam jangka waktu yang cukup panjang setiap harinya. Telepon genggam mengirim sinyal kepada dan menerima melalui menara pemancar dengan menggunakan gelombang RF yang kemudian membentuk non-ionradiasi.

Penggunaan radiasi elektromagnetik dalam waktu yang panjang dapat memengaruhi tubuh manusia dan menyebabkan beberapa tipe kanker dan kelainan dari organ manusia, seperti otak, ginjal dan paru paru. Penggunaan telepon genggam saat menerima telepon dan terletak dekat dengan tulang wajah atau secara tidak sengaja meletakkan telepon genggam dekat dengan kepala saat tidur dapat menyebabkan maloklusi pada anak anak karena radiasi elektromagnetik dari telepon genggam menghasilkan ROS dan stress yang kemudian akan menurunkan kadar osteokalsin dan bone alkaline phosphatase yang merupaka senyawa pembentuk tulang.

Peneliti menggunakan eksperimen pada binatang tikus putih dengan berat 180-200 gram berusia 2-3 bulan sebanyak 14 ekor dan kemudian dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok pertama sebagai kelompok yang tidak diberi radiasi elektromagnetik dan kelompok kedua diberi radiasi elektromagnetik melalui RF Signal Generator dengan besar 2100 MHz yang setara dengan telepon genggam selama 6 jam setiap hari selama 14 jam. Pada penelitian ini ditemukan perbedaan yang signifikan dari kelompok 1 dan kelompok 2. Dinyatakan bahwa pada kelompok 2, tikus yang diberi radiasi elektromagnetik mempunyai kadar osteokalsin dan bone alkaline phosphatase yang lebih rendah dibandingkan dengan kelompok 1.

Pada penelitian ini ditemukan bahwa radiasi elektromagnetik dari telepon genggam dapat mempengaruhi kadar osteokalsin dan bone alkaline phosphatase. Terutama apabila telepon genggam digunakan saat menelepon atau diletakkan tidak sengaja dekat dengan tulang wajah, dapat mempengaruhi pertumbuhan dari rahang atas dan rahang bawah dan dapat menyebabkan maloklusi. Diharapkan dengan adanya penelitian ini, kesadaran orang tua untuk membatasi penggunaan telepon genggam oleh anak anak nya semakin meningkat.

Penulis: Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA, K-KKA

Untuk membaca artikel kami secara lengkap dapat diakses di: https://e-journal.unair.ac.id/MKG/article/view/41282/27742