Universitas Airlangga Official Website

Raih Juara III Presentasi Bahasa Jepang, Valen Siap Ikuti Pelatihan di Osaka

Valentino Hariyadi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR yang berhasil meraih juara tiga dalam perlombaan Presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional besutan The Japan Foundation
Valentino Hariyadi, mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR yang berhasil meraih juara tiga dalam perlombaan Presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional besutan The Japan Foundation (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Setelah melaju sebagai perwakilan Jawa Timur dalam Lomba Presentasi Bahasa Jepang ke-4, mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR), Valentino Hariyadi melanjutkan langkahnya di tingkat nasional. Tak tanggung tanggung, ia berhasil meraih juara III dalam perlombaan besutan The Japan Foundation (JF) tersebut yang berlangsung pada Sabtu (8/11/2025) di Gedung Kemendiktisaintek, Jakarta.

Perjalanannya menuju tingkat nasional dimulai setelah meraih juara dua pada babak Jawa Timur September lalu. Kali ini, Valen, sapaan akrabnya, harus bersaing dengan para pemenang lomba presentasi bahasa Jepang tingkat daerah di sembilan wilayah di Indonesia. Ia mengaku persaingan di tingkat nasional terasa lebih menantang karena kemampuan peserta yang cukup merata. “Di tingkat nasional, rata-rata peserta pelafalannya hampir mendekati native dan saat menjawab pertanyaan dari juri juga sangat bagus,” ujarnya.

Pada babak nasional ini, Valen masih membawakan topik yang sama dengan perlombaan Jawa Timur. Melalui tema 異文化理解 (Ibunkarikai) atau Pemahaman Lintas Budaya, ia mempresentasikan pengalaman lintas budayanya bertajuk お疲れ様から学んだこと (Otsukaresama Kara Mananda Koto) atau Hal yang Saya Pelajari dari Kata Otsukaresama

Otsukaresama itu ungkapan sapaan yang sering saya dengar dari teman Jepang ketika bertemu atau usai kelas,” jelasnya. Dari pengalaman itu, ia kemudian mengulas bagaimana satu kata dapat menggambarkan cara masyarakat Jepang menunjukkan perhatian dan menghargai usaha orang lain.

Valentino Hariyadi (ujung kiri), mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR bersama para peserta lain dari berbagai daerah dalam perlombaan Presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional besutan The Japan Foundation
Valentino Hariyadi (ujung kiri), mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Jepang FIB UNAIR bersama para peserta lain dari berbagai daerah dalam perlombaan Presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional besutan The Japan Foundation (Foto: Istimewa)

Dalam mempersiapkan penampilannya, Valen menata ulang materi presentasinya, memperbaiki pelafalan, dan mengatur cara penyampaian agar lebih rapi. Sepanjang proses itu, ia mendapat banyak masukan dan dukungan dari para dosen. “Saya bisa sampai sejauh ini berkat bantuan dari dosen-dosen dan native di prodi Bahasa dan Sastra Jepang. Saya mendapat pelatihan intensif, mendapat dukungan dari dosen dan juga teman, hingga mendapat pendamping saat hari H lomba,” jelasnya.

Usai menyelesaikan seluruh rangkaian presentasi, Valen awalnya hanya berharap dapat tampil sebaik mungkin. Namun, ternyata hasil akhir justru melebihi ekspektasinya. “Awalnya sempat nggak pede (percaya diri) karena saat tanya jawab saya kurang maksimal saat menjawab pertanyaan juri. Saya sangat senang dan bersyukur bisa mendapat juara tiga,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari penghargaan, Valen dan para pemenang Lomba Presentasi Bahasa Jepang tingkat Nasional berkesempatan mengikuti pelatihan bahasa Jepang selama 44 hari di Osaka bersama The Japan Foundation. “Untuk ke Jepang-nya itu kita nanti mendapat pelatihan bahasa Jepang dari pihak JF. Kita bakal ke Osaka untuk mengikuti program pelatihan khusus dari JF,” imbuhnya. 

Pada akhir, Valen menekankan bahwa pengalaman ini menjadi dorongan agar dirinya terus belajar. “Bertemu dengan peserta-peserta yang hebat, saya jadi termotivasi untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan berbahasa Jepang saya. Saya belajar bahwa tidak ada yang namanya ‘sudah cukup belajar’,” pungkasnya.

Penulis: Fania Tiara Berliana M, Dhaniswari Ananta Ayu SHum MHum

Editor: Yulia Rohmawati