UNAIR NEWS – Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin menerima penghargaan dalam kategori Lecturer Awards-The Most Inspirational Research Lecturer. Penghargaan itu ia terima dalam gelaran GALA FEB 2025 di Aula Fadjar Notonegoro, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, Kampus Dharmawangsa-B pada Rabu (12/11/2025).
Dalam sambutannya, Prof Madyan mengaku terkejut karena awalnya mengira hanya akan memberi sambutan, namun ternyata juga menjadi penerima penghargaan. “Saya ucapkan rasa syukur, mudah-mudahan dengan award ini saya bisa meningkatkan motivasi saya kembali untuk melakukan riset dan publikasi,” ujarnya.
Transformasi Budaya Riset
Prof Madyan memanfaatkan momen tersebut untuk mengenang kembali perjuangan UNAIR dalam membangun budaya riset. Ia memaparkan, sekitar 10 hingga 12 tahun lalu, jumlah publikasi UNAIR yang terindeks Scopus hanya 147 artikel.
“Produktivitas riset dari UNAIR kurang lebih sekitar 10 atau 12 tahun yang lalu, riset yang terindeks Scopus itu hanya sekitar 147 publikasi,” kenangnya.
Kondisi tersebut, lanjutnya, membuat UNAIR tidak terdeteksi oleh lembaga pemeringkatan Times Higher Education (THE) pada periode 2015-2020. Hal ini mendorongnya bersama rektor sebelumnya, Prof Nasih, untuk mencari solusi meningkatkan publikasi.
“Pada waktu itu, kita melihat bahwa animo dosen untuk melakukan publikasi itu sangat kecil karena waktu itu tidak ada insentif publikasi,” jelas Prof Madyan.
Dampak Insentif Publikasi
Setelah kebijakan insentif publikasi diterapkan, transformasi terjadi secara masif. Dalam dua tahun pertama, jumlah publikasi melonjak menjadi 1.500. Puncaknya, pada tahun 2021, publikasi UNAIR telah mencapai 3.200 artikel.
“Di tahun 2021 kita sudah masuk Times Higher Education ranking. Alhamdulillah, sampai saat ini budaya riset sudah menjadi suatu kebiasaan para dosen, khususnya di Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” tegasnya.
Budaya riset ini juga berdampak pada peningkatan jumlah guru besar. Prof Madyan menyebutkan, pada tahun 2023, UNAIR berhasil mengukuhkan 74 guru besar dalam satu tahun, yang disebutnya sebagai kinerja paling bagus selama lima tahun terakhir.
“Saya harapkan animo para dosen dan mahasiswa untuk melakukan riset itu meningkat dari tahun ke tahun. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas penghargaan ini,” pungkasnya.
Penulis: Ahmad Abid Zhahiruddin
Editor: Khefti Al Mawalia





