n

Universitas Airlangga Official Website

Berkiprah di bidang Pendidikan, Rektor Raih Penghargaan dari PWI Gresik

giri pancasuar awards
Rektor UNAIR meraih Giri Pancasuar Awards 2017 dari Persatuan Wartawan Indonesia Kabupaten Gresik. (Foto: Aditya Gita R.)

UNAIR NEWS – “Keterbatasan yang selalu mendorong dan memotivasi saya untuk terus berjuang semaksimal mungkin,” begitulah pernyataan Rektor Universitas Airlangga Prof. Dr. Mohammad Nasih, saat menerima Giri Pancasuar Awards 2017 dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Gresik, Rabu (29/3).

Giri Pancasuar Awards merupakan penghargaan dari PWI terhadap putra putri terbaik di daerah yang berkiprah di bidang pendidikan, birokrat, sportainment, dan aparat.

Acara yang diselenggarakan di Gedung Graha Sarana PT. Petrokimia Gresik tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Pers Nasional yang bertema “Hoax: Ancaman terhadap Kerukunan dan Pembangunan Daerah”. Dalam gelaran tersebut, Nasih yang juga lahir di Gresik mendapat penghargaan dalam kategori putra daerah terbaik yang berkiprah dan berdedikasi pada bidang pendidikan.

“Desa saya jaraknya paling jauh dari pusat kota Gresik. Bahkan masa kecil saya, melangkah ke halaman sebelah saja sudah masuk wilayah kabupaten Lamongan,” jelasnya. “Dengan kondisi yang serba terbatas itulah yang terus mendorong saya untuk berjuang semaksimal mungkin,” papar Nasih sembari menahan air mata.

Meski mendapat penghargaan yang membanggakan, Nasih tak lantas berbangga diri. Rektor UNAIR itu menegaskan bahwa peran orang-orang di luar jauh lebih besar.

“Meski mendapat penghargaan, saya bukan orang terbaik di Gresik. Logikanya, juri itu lebih baik dari yang dinilai. Bapak ibulah yang menilai, oleh karena itu bapak ibulah yang terbaik,” tegasnya.

Menyinggung mengenai tema besar acara, Nasih mengutarakan bahwa jargon Gresik sebagai kota santri haruslah menjadi cerminan hidup masyarakatnya. Ia juga menambahkan bahwa dalam budaya santri, ghozob (pinjam tanpa izin, -red), dan fitnah adalah hal yang dilarang, khususnya dalam menyebarkan berita yang tidak benar.

“Budaya santri tidak mengenal budaya hoax. Mereka, masyarakat Gresik yang suka hoax ditarik saja KTP dari Gresik,” ujar Nasih yang diiringi gelegar tawa dan tepuk tangan hadirin.

Penulis: Nuri Hermawan

Editor: Defrina Sukma S