UNAIR NEWS – Relawan gabungan Satgas Bencana Universitas Airlangga (UNAIR) terus mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang. Hingga Sabtu (13/12/2025) malam, ratusan warga telah mendapatkan layanan medis melalui posko dan fasilitas kesehatan setempat.
Tim gabungan yang terdiri dari Fakultas Kedokteran, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Fakultas Keperawatan, RS Universitas Airlangga (RSUA), serta berkolaborasi dengan RSDS, PERDATIN, PABOI, IPOTI, MER-C, dan IDI Cabang Surabaya tersebut menjalankan pelayanan di Pos Kesehatan Klinik Abah Tamiang dan RSUD Aceh Tamiang.
Terbagi ke dalam dua tim, Tim 1 melaksanakan pelayanan kesehatan keliling di Dusun Tanjung Mancang, Desa Sungai Liput, Kecamatan Kejuruan Muda. Tim yang beranggotakan tiga dokter, satu bidan, dan satu perawat tersebut melayani 45 pasien dari berbagai kelompok usia. Keluhan terbanyak meliputi infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, pruritus, sakit kepala, hingga konjungtivitis. Selain pelayanan keliling, tim juga melakukan kunjungan rumah (home visit) kepada pasien.
Ketua Tim Satgas Bencana UNAIR, dr Wahyudi Eko Prasetyo menuturkan bahwa home visit mereka lakukan karena kondisi pasien yang tidak memungkinkan untuk datang ke lokasi. “Karena lokasi mereka di bukit dan hanya bisa kita tempuh dengan jalan kaki,” ujarnya.
Lokasi rumah warga yang cenderung naik serta hanya bisa diakses dengan jalan kaki menjadi salah satu tantangan tersendiri bagi tim. Kendati demikian, antusiasme masyarakat menjadi penyemangat tersendiri bagi tim. “Respons masyarakat sangat senang dan bersyukur dengan adanya tim dokter yang bisa datang home visit,” katanya.
Sementara itu, Tim 2 menjalankan pelayanan medis di RSUD Aceh Tamiang, meliputi koordinasi relawan, distribusi logistik kesehatan dari IDI Surabaya, serta tindakan operasi. Sebanyak empat tindakan pembedahan dilakukan. Antara lain debridement luka akibat wound dehiscence dan selulitis pada ekstremitas, dengan metode anestesi umum maupun spinal. Tim juga membantu pelayanan poli rawat jalan dan instalasi rawat inap.
Secara keseluruhan, tercatat total 201 pasien rawat jalan mendapatkan layanan kesehatan. Mayoritas kasus yang tim tangani adalah ISPA, trauma dan perawatan luka, diare, serta layanan antenatal care (ANC). Selain itu, tim medis juga menangani kasus penyakit kronis, infeksi kulit, gangguan pencernaan, hingga kondisi kegawatdaruratan seperti stroke dan fraktur.
Penulis: Yulia Rohmawati





