Peripheral Ossifying Fibroma (POF) adalah neoplasma gingiva fibrosa jinak yang dapat mempengaruhi bentuk rahang dan tulang daerah maksilofasial. Penyakit ini termasuk lesi reaktif pada jaringan gusi, diantara gigi geligi terutama rahang bawah dibandingkan rahang atas.
Organisasi Kesehatan Dunia (2005) memasukkan Peripheral Ossifying Fibroma kedalam klasifikasi baru di dalam kelompok lesi fibro-osseous yang berasal dari jaringan chondromatous dan terbagi menjadi dua jenis yaitu sentral dan periferal. Peripheral Ossifying Fibroma disebabkan oleh beberapa factor diantaranya trauma atau iritasi kronis, peralatan ortodontik, restorasi, dan prostesis yang tidak pas.
Prevalensi Peripheral Ossifying Fibroma adalah 2 sampai 9% dari semua lesi gingiva, yang merupakan lesi ketiga yang paling sering dari kasus hiperplastik reaktif lokal, diikuti oleh granuloma telangiectatic dan granuloma sel raksasa sentral. Gambaran klinis nampak lesi berwarna pucat merah muda sampai merah tua, dengan permukaan halus atau permukaan kasar, dengan pedunculated atau sessile dasar yang melekat pada dasar jaringannya.
Peripheral Ossifying Fibroma berdasarkan jenis kelamin menunjukkan bahwa wanita lebih banyak dibandingkan pria dengan perbandingan 5:1. Hal ini terutama terjadi pada pasien dengan dekade kehidupan antara kedua dan keempat, meskipun pada beberapa kasus dapat ditemukan pada anak-anak dan remaja, serta orang tua dewasa.
Peripheral Ossifying Fibroma berdasarkan etnis menunjukkan mayoritas pasien dengan Peripheral Ossifying Fibroma adalah dari ras campuran, sedangkan ras Kaukasia cenderung kurang terpengaruh oleh lesi ini.
Tata laksana perawatannya Peripheral Ossifying Fibroma pada umumnya dilakukan pembedahan eksisi dan faktor eliminasi semua iritasi lokal yang dianggap menjadi factor pencetus pada pasien. Peripheral Ossifying Fibroma berdasarkan laporan menunjukkan adanya  tingkat kekambuhannya 28%. Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan berkala pada penderita Peripheral Ossifying Fibroma.
Penulis: Dr. Dian Agustin Wahjuningrum, drg., Sp.KG(K)
Informasi lebih detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: http://www.jidmr.com/journal/wp-content/uploads/2023/03/49-D22_1860_Dian_Agustin_Wahjuningrum_Indonesia.pdf
Cruz González Alberto Carlos, Gómez-Moreno Andersson-Yesid , Torres Osorio Lenin, Dian Agustin Wahjuningrum, Fery Setiawan. [2023] Recurrence of Ossifying Fibroma Importance of Histological Confirmation: A Case Report. 2023, Vol 16 No. 1, p. 299-303.





