Universitas Airlangga Official Website

Resmi Berganti Kepengurusan, Kabinet Aruna Cita Siap Pimpin BEM KM Kedokteran

Airlangga Solahen dan Qiberlee Ramaputra Syafiq Velasepta Rostagama, Ketua dan Wakil Ketua BEM KM FK UNAIR (Foto: Narasumber)
Airlangga Solahen dan Qiberlee Ramaputra Syafiq Velasepta Rostagama, Ketua dan Wakil Ketua BEM KM FK UNAIR (Foto: Narasumber)

UNAIR NEWS- Airlangga Solehen dan Mohammad Qiberlee Ramaputra Syafiq Velasepta Rostagama siap membawa angin baru di Fakultas Kedokteran UNAIR. Mereka resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (UNAIR). Melalui kabinet Aruna Cita, mereka memperkenalkan konsep RISE. Konsep ini mereka harapkan dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk menciptakan budaya organisasi yang lebih sinergis dan berkelanjutan di Fakultas Kedokteran UNAIR.

Pada awal pembentukan kabinet, Airlangga dan Qiberlee memutuskan bahwa mereka tidak hanya membuat grand design yang berlaku untuk masa Pemilu Raya saja. Mereka ingin agar grand design tersebut menjadi patokan dan dasar bagi mimpi besar kabinet mereka dalam bergerak ke depan. Dalam merumuskan konsep RISE ini, mereka melibatkan survei serta pendekatan personal kepada berbagai elemen di kampus. Terlebih kepada kemahasiswaan, organisasi mahasiswa, paguyuban, dan Keluarga Mahasiswa.

Konsep RISE sebagai Fondasi Kepemimpinan

“Konsep RISE ini menarik, karena kami masih belum menemukan suatu standar atau budaya kerja yang sinergis di antara organisasi mahasiswa FK UNAIR. Kami berharap bahwa nilai RISE ini dapat menjadi threshold atau nilai ambang minimum budaya organisasi yang harus dijunjung di FK UNAIR,” ujar Airlangga Solehen.

RISE terdiri dari empat nilai utama yang menjadi landasan bagi kabinet mereka, yaitu Resilient, Impact-Driven, Synergic, dan Empowering. “Setiap kata-kata tersebut menjadi tonggak awal kami dalam berorganisasi. Sehingga, BEM KM FK UNAIR dan organisasi mahasiswa di FK UNAIR dapat bergerak secara resilient, mampu beradaptasi dengan permasalahan dan menyelesaikannya dengan gagasan atau solusi yang lebih baik. Impact-driven berarti kami bergerak dengan arah utama berupa dampak (SDGs). Synergic berarti organisasi mahasiswa di FK UNAIR bergerak dengan visi yang sama, meskipun dengan arah gerak yang berbeda-beda. Empowering berarti organisasi mahasiswa di FK UNAIR saling memberdayakan satu sama lain sehingga terbentuk ekosistem berproses yang baik di Keluarga Mahasiswa,” tambah Airlangga Solehen.

Program Unggulan Aruna Cita

Saat ini, salah satu program kerja unggulan yang mereka canangkan oleh Kabinet Aruna Cita adalah Aruna Cita Global Outreach and Collaboration. Dengan posisi Universitas Airlangga yang menyandang gelar World Class University, seluruh civitas akademika dituntut untuk berkolaborasi. Selain itu, memberikan dampak yang tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional.

“Kita semua dituntut untuk dapat berkolaborasi dan memberikan dampak. Tidak hanya untuk orang sekitar kita di Indonesia, namun juga ke luar negeri. Saat ini, BEM KM FK UNAIR merupakan salah satu BEM Fakultas Kedokteran terbaik di Indonesia. Sehingga kami perlu belajar banyak dari teman-teman rumpun kesehatan di negara lain juga,” jelas Airlangga.

Dalam hal ini, BEM KM FK UNAIR berperan sebagai poros utama dalam mendukung pencapaian target fakultas, yang mencakup community outreach dan student mobility. “Harapannya, program ini dapat menjadi media untuk pertukaran gagasan dan budaya bersama teman-teman di luar negeri. Terlebih, memberikan dampak melalui kegiatan pengabdian masyarakat di luar negeri,” tutup Airlangga.

 Penulis: Saffana Raisa Rahmania

 Editor: Ragil Kukuh Imanto