Universitas Airlangga Official Website

Rimpang Temu Kunci Alternatif Baru Obat Anti-Radang

Ilustrasi oleh Rajekwasi.ac.id

Peradangan (inflamasi) adalah mekanisme pertahanan alami tubuh, yang berupa respons yang tidak khas terhadap kuman patogen, bahan kimia beracun, luka, rangsangan panas berlebihan, atau pertumbuhan tumor. Selama proses peradangan, sel jaringan yang terluka, fagosit, limfosit, dan sel mast mengeluarkan zat kimia perantara (mediator) pemicu radang seperti histamin, kinin, prostaglandin, dan limfokin. Peradangan akut diwujudkan oleh rasa sakit, panas, kemerahan, bengkak, dan hilangnya fungsi. Meskipun peradangan adalah reaksi alami, namun jika prevalensinya berlebihan akan mengakibatkan gangguan fungsi tubuh. Selama peradangan akut, beberapa proses biokimia melibatkan sistem peredaran darah, imunitas, dan berbagai sel terjadi di dalam jaringan yang cedera. Peradangan jangka panjang (inflamasi kronis) ditandai dengan penghancuran sel secara bersamaan dengan penyembuhan jaringan, yang menghasilkan perubahan bertahap pada jenis sel yang ada di tempat peradangan.

Untuk mengobati peradangan akut biasanya digunakan obat anti-inflamasi non steoid (nonsteroidal anti-inflammatory drug= NSAID), yaitu salah satu kelompok obat bebas yang paling populer di seluruh dunia. Salah satu NSAID yang popular adalah aspirin; yang berkhasiat sebagai anti-radang karena kemampuannya menghambat enzim siklooksigenase (COX-1 dan COX-2), suatu enzim yang mengkatalisis produksi prostaglandin sebagai salah satu mediator peradangan. Karena kerja hambatannya tidak selektif hanya pada salah satu enzim, maka pada pemakaian jangka panjang  terjadi efek samping yang merugikan, terutama nyeri dan pendarahan di daerah saluran cerna, serta gangguan fungsi ginjal, dan pembengkakan. Oleh karena itu hingga saat ini masih terus dilakukan usaha untuk mendapatkan alternatif obat anti-radang baru yang relatif rendah efek sampingnya.

COX-1 adalah mediator utama yang menjamin keutuhan mukosa lambung, sedangkan COX-2 baru dilepaskan sebagai hasil induksi dalam respons peradangan. Oleh karena itu diperlukan NSAID yang selektif COX-2 untuk menghasilkan efek anti-radang tanpa membahayakan mukosa lambung. Berbagai bahan alami Indonesia telah digunakan sebagai anti-inflamasi secara empiris, salah satunya adalah temu kunci yang mempunyai nama laatin Boesenbergia pandurata. Rimpang temu kunci mengandung zat aktif pinostrobin (5-hidroksi-7-metoksiflavanon), yang dapat menghasilkan efek mengurangi rasa nyeri (analgesik) dan peradangan (anti-inflamasi) ketika dikonsumsi. Namun, aktivitas anti-radang pinostrobin masih lebih rendah dibanding NSAID pada umumnya. Untuk meningkatkan khasiat anti-radang pinostrobin, dilakukan modifikasi struktur kimia pinostrobin, sebelum dilakukan sintesis kimia di laboratorium. Modifikasi struktur dilakukan melalui proses desain struktur dengan mengubah gugus tertentu dalam struktur molekul pinostrobin, bisa menambahkan gugus atau mengganti dengan gugus lain.

Dalam proses desain obat menggunakan struktur dasar pinostrobin dengan bantuan program computer khusus, 20 derivate 5-O-pinostrobin diuji kemampuannya untuk menghambat COX-2 secara kimia komputasi, yang biasa disebut molecular docking. Dari uji ini diperoleh data energi bebas interaksi ligan-reseptor, yang dapat digunakan untuk memprediksi potensi senyawa dalam menghasilkan efek anti-radang melalui penghambatannya pada enzim COX-2. Sifat farmakokinetika dan toksisitas 20 derivate 5-O-pinostrobin juga diuji secara in silico untuk menentukan senyawa manakah yang akan mempunyai bioavailabilitas oral yang baik dan toksisitas rendah sehingga layak disintesis. Berdasarkan semua hasil uji, diperoleh 5 senyawa derivate 5-O-pinostrobin yang potensial sebagai penghambat COX-2 sehingga akan berkhasiat sebagai anti-radang. Lima senyawa ini direkomendasikan untuk disintesis, diuji efeknya menggunakan hewan coba, dan dikembangkan lebih lanjut sebagai obat anti-radang baru.

Penulis : Nuzul Wahyuning Diyah, Anang Setyo Wiyono

Penelitian tentang pinostrobin ini ditulis dalam artikel berjudul “In-Silico Analysis of (S)-Pinostrobinbenzoate Derivatives from Boesenbergia Pandurata Roxb. as The Cyclooxygenase-2 Inhibitors In Finding Anti-Inflammatory Drug Candidates”, yang dimuat dalam Rasayan Journal of Chemistry Vol. 17 No.4,

https://rasayanjournal.co.in/admin/php/upload/4363_pdf.pdf