Infeksi Menular Seksual (IMS) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Lebih dari setengah jumlah kasus IMS terjadi pada remaja berusia antara 15 dan 24 tahun. Risiko pada usia 15-19 tahun sering kali dikaitkan dengan perilaku, seperti penggunaan alkohol dan hubungan seks yang tidak aman. Mahasiswa, dalam masa transisi dari masa remaja ke masa dewasa awal, secara alamiah menunjukkan keragaman dalam menyikapi aktivitas seksual. Lingkungan sosial yang sangat terbuka dan dinamis di era globalisasi, dengan perubahan gaya hidup menjadi faktor yang cukup signifikan. Kombinasi antara perkembangan remaja yang khas dengan lingkungan sosial dan budaya yang dinamis menghadirkan tantangan tersendiri.
Kesehatan reproduksi remaja menghadapi tantangan, dengan perilaku seksual yang berisiko mengarah ke berbagai masalah sistem reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko yang terkait dengan aktivitas seksual remaja di perguruan tinggi. Penelitian ini berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG) ketiga tahun 2030 untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi baru lahir.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa status berpacaran merupakan faktor terkuat yang memicu aktivitas seksual berisiko di kalangan mahasiswa. Aktivitas seksual yang berisiko akan menyebabkan konsekuensi infeksi menular seksual.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Jurnal International Journal of Public Health Science yang terindeks pada Sinta 1. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan untuk mempromosikan pendidikan seks bagi mahasiswa dan meningkatkan pengetahuan tentang bahaya dan keamanan seksual. Pemangku kebijakan dan pendidik seks membutuhkan informasi ini untuk menciptakan metode yang dapat diterapkan. Selain menawarkan lingkungan yang aman bagi mahasiswa, konselor perguruan tinggi harus dapat memberikan informasi yang dapat diandalkan tentang berbagai informasi seksual. Untuk informasi khusus tentang seks yang aman, kontrasepsi, dan kesehatan seksual, pusat konseling perguruan tinggi harus menawarkan informasi dan sumber daya yang relevan dan mudah tersedia serta dengan rekomendasi yang bermanfaat.
Penulis: Eny Qurniyawati
Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:
https://ijphs.iaescore.com/index.php/IJPHS/article/view/24302





