Universitas Airlangga Official Website

RSUA Gandeng NTU Hospital Yun-Lin Branch Diskusikan Strategi Penanggulangan Penyakit Menular

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development, Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD, menyampaikan sambutan dalam gelaran workshop internasional Rumah Sakit Universitas Airlangga
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development, Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD, menyampaikan sambutan dalam gelaran workshop internasional Rumah Sakit Universitas Airlangga (Foto: Humas RS UNAIR)

UNAIR NEWS – Rumah Sakit Universitas Airlangga (RSUA) menggandeng Rumah Sakit National Taiwan University cabang Yun-Lin dalam gelaran workshop internasional pada Rabu (5/10/2025). Workshop dengan fokus mendiskusikan strategi mengatasi tantangan penyakit menular tersebut terselenggara di Aula Dharmawangsa RSUA Kampus MERR-C. 

Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi dan Community Development, Prof Muhammad Miftahussurur dr MKes SpPD-KGEH PhD, menyambut hangat tamu undangan dari Rumah Sakit National Taiwan University cabang Yun-Lin. Dalam sambutannya, ia menyerukan bahwa gelaran workshop tersebut merupakan buah dari kolaborasi antara NTU dan UNAIR. Maka, kelanjutan akselerasi kerja sama perlu untuk mempererat hubungan keduanya. 

“Hubungan antara Rumah Sakit Universitas Airlangga dan NTU tidaklah baru. Dengan fondasi yang sudah terbangun tersebut, urgensi keberlanjutan kerja sama menjadi hal berikutnya yang perlu kita perhatikan,” katanya. 

Ia menekankan bahwa esensi dari workshop internasional tersebut adalah untuk berbagi pengetahuan, capacity building, dan mewujudkan kolaborasi berkelanjutan. Harapannya, audiens dari kedua pihak universitas bisa memanfaatkan momentum untuk bertukar pengetahuan. Terutama berkaitan dengan penanganan penyakit menular yang masih menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan. 

“Saya juga ingin menyampaikan apresiasi sebesar-besarnya kepada setiap penyelenggara yang terlibat. Baik dari pihak Rumah Sakit Universitas Airlangga maupun Rumah Sakit Taiwan National University cabang Yun-Lin. Semoga upaya penyatuan dalam forum ini berbuah tidak hanya ilmu, tetapi juga network,” ujarnya. 

Penyelenggaraan workshop ini juga menggarisbawahi peran dari tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam menangani penyakit menular. Ia menyarankan para dokter muda yang hadir dapat belajar dari riset dan kasus yang dialami oleh para pembicara workshop.

“Jangan ragu untuk memulai diskusi dan bertanya. Justru itulah yang diharapkan oleh penyelenggara dan fasilitator workshop internasional ini. Semoga bisa mengikuti workshop sampai selesai dan selamat belajar,” pungkasnya. 

Selain itu, ia juga mendorong audiens untuk berpartisipasi aktif dalam diskusi. Baik untuk bertukar ide maupun menjalin hubungan personal selama agenda workshop internasional berlangsung supaya hubungan antara kedua universitas tidak berhenti di instansi, tetapi menjalar ke orang-orang di dalamnya. 

Penulis: Dinnaya Mahashofia 

Editor: Yulia Rahmawati