Universitas Airlangga Official Website

Selamat Jalan Prof Effendie, Jejak Panjang Pengabdian Guru Besar FEB UNAIR

Potret penghormatan dan pelepasan terakhir Prof Dr H Effendie SE di FEB UNAIR (Foto:Istimewa)
Potret penghormatan dan pelepasan terakhir Prof Dr H Effendie SE di FEB UNAIR (Foto:Istimewa)

UNAIR NEWS – Duka mendalam menyelimuti sivitas akademika Universitas Airlangga (UNAIR) atas wafatnya Prof Dr H Effendie SE Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR. Almarhum berpulang meninggalkan keluarga, kolega, dan sivitas akademika yang selama puluhan tahun menyaksikan dedikasinya dalam dunia pendidikan tinggi.

Prof. Effendie lahir di Surabaya pada 27 Juli 1943. Riwayat pendidikannya mencerminkan ketekunan panjang dalam menapaki dunia ilmu. Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Surabaya, sebelum meraih gelar Sarjana dari Fakultas Ekonomi UNAIR pada 1974. Semangat belajar membawanya melanjutkan studi magister di University of Strathclyde, Inggris, pada 1978, dan menuntaskan pendidikan doktoral di UNAIR pada tahun 2000.

Perjalanan akademik Prof Effendie di UNAIR berlangsung sejak 1976. Melalui berbagai jenjang kepangkatan dan jabatan fungsional, ia dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 1 Mei 2002. Selama masa pengabdiannya, almarhum dikenal sebagai sosok yang disiplin, taat pada aturan, dan konsisten menjaga etika akademik.

Selain mengabdi sebagai pendidik dan ilmuwan, Prof Effendie juga dipercaya mengemban berbagai jabatan struktural penting. Ia menjabat sebagai Wakil Rektor II Universitas Airlangga pada periode 1993–2001. Pasca purnatugas struktural, almarhum tetap aktif berkontribusi sebagai Ketua Program Studi S3 Ilmu Ekonomi pada 2004–2011.

Dalam sambutan penghormatan dan pelepasan terakhir di FEB UNAIR, Rektor Universitas Airlangga periode 2020–2025, Prof Dr Mohammad Nasih SE MT Ak, menyampaikan bahwa pengabdian almarhum bukanlah waktu yang singkat. “Ilmu dan keteladanan yang beliau wariskan telah dicetak dalam ribuan mahasiswa. Itu menjadi amal jariyah yang terus mengalir,” tuturnya.

Pihak keluarga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh civitas academica dan kolega yang hadir. Dalam sambutannya, keluarga memohon doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta memaafkan apabila selama hidupnya almarhum memiliki kekhilafan. Keluarga juga membuka ruang komunikasi apabila terdapat amanah atau tanggung jawab almarhum yang belum terselesaikan.

Kepergian Prof Effendie meninggalkan duka mendalam sekaligus warisan nilai tentang kedisiplinan, integritas, dan pengabdian tanpa pamrih. Jejak pengabdiannya akan senantiasa hidup dalam ingatan UNAIR. Selamat jalan, Prof Effendie. Dedikasimu akan terus menjadi teladan.

Perlu diketahui, jenazah dishalatkan di Masjid Nuruzzaman UNAIR dan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Keputih.

Penulis: Nafiesa Zahra

Editor: Khefti Al Mawalia