Universitas Airlangga Official Website

Semangka Merah: Solusi Alami Cegah Aterosklerosis?

Ilustrasi Semangka Merah (Sumber: Freepik)
Ilustrasi Semangka Merah (Sumber: Freepik)

Aterosklerosis adalah kondisi kronis yang ditandai oleh penumpukan lipid, peradangan, dan disfungsi endotel yang menyebabkan penyempitan pembuluh darah arteri. Kondisi ini merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner dan stroke, dua jenis penyakit kardiovaskular (CVD) yang menyumbang lebih dari 17 juta kematian global setiap tahunnya. Diperkirakan jumlah ini akan meningkat menjadi 23 juta pada tahun 2030. Aterosklerosis tidak hanya berdampak pada lansia, tetapi juga mulai mengancam kelompok usia muda karena pola makan tinggi lemak dan gaya hidup tidak aktif.

Salah satu penyebab utama terjadinya aterosklerosis adalah ketidakseimbangan metabolisme lemak dalam tubuh. Dalam proses ini, beberapa protein berperan penting seperti PCSK9, LOX-1, dan CD36 yang mendorong penyerapan kolesterol jahat (LDL) teroksidasi oleh makrofag, membentuk sel busa yang menumpuk di dinding pembuluh darah. Di sisi lain, protein ABCA1 bertugas menjaga keseimbangan kolesterol dengan mengangkut kolesterol dari sel ke partikel HDL. Ketidakseimbangan antara protein-protein ini berujung pada terbentuknya plak aterosklerotik.

Sementara itu, semangka merah (Citrullus lanatus), buah tropis yang kaya akan likopen, citrulline, serta vitamin A, C, dan E, diketahui memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi. Studi sebelumnya menunjukkan bahwa likopen dapat menurunkan ekspresi PCSK9, sedangkan citrulline berperan meningkatkan sintesis nitrat oksida (NO), yang memperbaiki fungsi endotel dan mencegah peradangan.

Untuk memberikan kontribusi dalam bidang ini, sebuah studi eksperimental dilakukan oleh Bahrudin dkk., tahun 2025 dari Universitas Airlangga. Penelitian yang telah diterbitkan dalam jurnal Current Issues in Molecular Biology oleh MDPI ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak semangka merah dalam mencegah aterosklerosis melalui modulasi protein PCSK9, LOX-1, CD36, ABCA1, dan biomarker lipid lainnya pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimental randomized controlled trial (RCT). Sebanyak 30 ekor tikus jantan Wistar dibagi menjadi lima kelompok: kelompok kontrol negatif, kontrol positif (diinduksi aterosklerosis), serta tiga kelompok perlakuan yang menerima ekstrak semangka merah masing-masing sebanyak 500 mg, 750 mg, dan 1000 mg per hari selama empat minggu. Semua kelompok, kecuali kontrol negatif, diberikan diet tinggi lemak berupa pakan standar yang dicampur margarin.

Metode evaluasi meliputi pemeriksaan profil lipid (kolesterol total, trigliserida, HDL, dan LDL), pemeriksaan histopatologi arteri karotis, serta analisis ekspresi protein PCSK9, LOX-1, CD36, ABCA1, ROS, dan TNF-α menggunakan imunohistokimia. Kandungan aktif dalam ekstrak semangka dianalisis menggunakan metode LC-MS/MS.

Pada penelitian ini, didapatkan bahwa pemberian ekstrak semangka merah, khususnya pada dosis tertinggi (1000 mg/hari), secara signifikan menurunkan ekspresi PCSK9, LOX-1, CD36, TNF-α, dan ROS. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada ekspresi ABCA1 dan kadar HDL dalam darah. Jumlah sel busa dan ketebalan tunika intima pada arteri juga berkurang secara signifikan, yang menandakan terhambatnya pembentukan plak aterosklerotik.

Hasil LC-MS/MS menunjukkan bahwa ekstrak semangka merah mengandung senyawa aktif seperti likopen, citrulline, retinol (vitamin A), asam askorbat (vitamin C), dan α-tokoferol (vitamin E). Senyawa-senyawa ini diketahui memiliki efek sinergis dalam menekan stres oksidatif dan peradangan, serta mengatur ekspresi gen yang berperan dalam metabolisme kolesterol.

Pada akhirnya, penelitian ini mengungkapkan bahwa semangka merah berpotensi besar sebagai agen alami pencegah aterosklerosis. Mekanisme utama dari efek antiaterosklerotik ini adalah melalui jalur PCSK9-ABCA1, di mana PCSK9 yang tertekan mencegah degradasi reseptor LDL dan mendukung ekspresi ABCA1, sehingga kolesterol dapat lebih mudah diekskresikan ke HDL untuk dikeluarkan dari tubuh. Jalur LOX-1 dan CD36 memang terlibat, namun tidak menunjukkan kontribusi dominan dalam model penelitian ini.

Temuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa konsumsi buah alami seperti semangka merah tidak hanya menyegarkan, tetapi juga memiliki potensi terapeutik dalam mengendalikan penyakit metabolik seperti aterosklerosis. Namun, meskipun hasilnya menjanjikan, penelitian lanjutan pada manusia masih diperlukan untuk memastikan efektivitas dan dosis optimal yang aman dikonsumsi untuk jangka panjang.

Penulis: Dr. Asra Al Fauzi, dr., Sp.BS.

Informasi detail artikel: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40699832/