Kemajuan teknologi kesehatan terus menghadirkan inovasi yang lebih praktis dan terjangkau untuk memantau kondisi jantung. Salah satu terobosan terbaru berasal dari penelitian yang mengembangkan sensor serat optik tipe Singlemode–Multimode–Singlemode (SMS). Teknologi ini mampu mendeteksi getaran mekanik halus dari aktivitas jantung melalui sinyal Seismocardiography (SCG). Tidak seperti elektrokardiogram (EKG) yang hanya menangkap aktivitas listrik, SCG memberikan informasi tentang gerakan fisik jantung, seperti kontraksi, pembukaan-katup, hingga aliran darah yang penting untuk diagnosis dini berbagai gangguan jantung.
Sensor SMS bekerja dengan sangat sederhana, getaran dari dinding dada ditangkap oleh serat optik yang kemudian memodulasi intensitas cahaya di dalamnya. Penelitian dalam dokumen ini menunjukkan bahwa sensor SMS mampu merespons frekuensi getaran antara 0–180 Hz dengan linearitas yang sangat baik. Rentang ini lebih dari cukup untuk mendeteksi sinyal SCG yang umumnya hanya berada pada frekuensi rendah 0,5–25 Hz. Proses pengolahan sinyal, mulai dari bandpass filtering, smoothing, hingga ekstraksi siklus jantung menampilkan pola SCG yang jelas dan konsisten.
Menariknya, penelitian ini juga membandingkan sinyal SCG hasil sensor SMS dengan sinyal EKG secara simultan. Hasilnya, titik fisiologis penting seperti pembukaan katup aorta, kontraksi isovolumetrik, hingga waktu sistolik dan diastolik dapat terdeteksi dengan baik oleh sensor SMS. Visualisasi pada halaman 4 dan 5 dokumen menunjukkan kemiripan pola antara sinyal SCG dan EKG, menegaskan potensi besar sensor SMS sebagai alat pemantau jantung non-invasif yang akurat, stabil, dan mudah digunakan.
Selain keakuratannya, kelebihan terbesar teknologi ini adalah biaya rendah, desain sederhana, dan dapat diintegrasikan ke perangkat wearable seperti rompi, kasur pintar, atau alat monitoring harian lainnya. Dengan kemampuan mendeteksi kondisi seperti perubahan kontraktilitas jantung, gangguan katup, hingga risiko gagal jantung lebih awal, sensor serat optik SMS membuka peluang besar bagi pemantauan kardiovaskular masa depan karena lebih murah, nyaman, dan bisa digunakan oleh siapa saja, kapan saja.
Penulis: Prof. Dr. Budi Susetyo Pikir, dr., Sp.PD., Sp.JP-K., FIHA





