Universitas Airlangga Official Website

SIKIA x UNICEF Gencarkan Aksi Clean Up dan Olah Sampah Banyuwangi

Tumpukan Sampah yang Berhasil Dikumpulkan Pada Aksi Clean Up Pantai Sobo oleh Relawan Envirangers (Sumber: Tim Envirangers)
Tumpukan Sampah yang Berhasil Dikumpulkan Pada Aksi Clean Up Pantai Sobo oleh Relawan Envirangers (Sumber: Tim Envirangers)

UNAIR NEWS – Wujudkan lingkungan pesisir terbebas limbah, mahasiswa Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga yang tergabung dalam tim Envirangers gencarkan aksi konservasi lingkungan. Bersama dengan UNICEF, tim yang terdiri atas Muhammad Ridwan, Firrial Eksa, dan Diza Ulya itu melancarkan aksi Clean Up dan Olah Sampah Banyuwangi.

Pembersihan Pantai

Memiliki latar pemandangan Pulau Bali menjadi daya tarik Pantai Sobo. Namun, kondisi yang penuh sampah tentu menghalangi aktivitas wisata dan nelayan yang ada di sekitarnya. Karena itu, pembersihan pantai menjadi pilihan tepat mengatasi masalah yang terjadi saat ini.

Ketua Tim Envirangers Muhammad Ridwan mengungkap aksi Clean Up tersebut mendapat dukungan 50 orang dari relawan, mahasiswa SIKIA UNAIR, serta masyarakat setempat.  Mereka berhasil mengangkat 180 Kg sampah organik, anorganik, dan limbah B3.

Beban sampah anorganik terdominasi oleh sampah plastik kemasan dan styrofoam. Sedangkan sampah organik berupa ranting kayu dan daun-daunan.

“Bahkan, terdapat limbah B3. Yaitu, limbah medis berupa masker, suntik, dan kantong infus. Tentu golongan sampah tersebut merupakan limbah berbahaya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan pembersihan pantai itu terlaksana pada Minggu (21/5/2023) di Pantai Sobo, Banyuwangi. Kegiatan pembersihan itu meliputi pembersihan pesisir, lingkungan sekitar pantai, dan penanaman bibit pohon cemara. Selain itu ada kegiatan peningkatan potensi wisata dengan memasang papan informasi dan menambah kapasitas tempat sampah.

Sosialisasi Pengolahan Sampah

Dalam sosialisasi di Balai Kelurahan Sobo pada Minggu (28/5/2023), Tim tersebut mengundang dr Bintari SE yang merupakan ahli di bidang pengolahan sampah. Dalam kesempatan tersebut, ia melakukan mendemonstrasikan cara membuat eco enzym dan takakura (pupuk kompos) dari limbah bahan organik. Terutama limbah domestik organik seperti sayur dan buah. 

“Tujuannya adalah untuk terciptanya zero waste. Agar sampah organik ini berhenti di rumah dan tidak berujung di TPA dan TPS saja. Serta menambah keterampilan audiens tentang cara mengolah sampah,” tutur Mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat SIKIA itu.

Bukan hanya itu, Tim Envirangers juga memberikan pupuk organik cair dari limbah bulu ayam kepada kader PKK yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Seluruh kader PKK yang hadir antusias dan aktif dalam bertanya untuk mengimplementasikan ilmu baru itu.

Ridwan berharap ilmu salam sosialisasi dapat terimplementasi secara langsung oleh masyarakat. Sehingga dapat menjadi langkah untuk terwujudnya zero waste dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Penulis: Azhar burhanuddin

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Langkah Aksi Bersih Pantai Bersama ENJ UNAIR 2019 di Pedalaman Sulawesi

Awal Tahun Baru, Genbi UNAIR Bersihkan Sampah di Pantai Kenjeran