Obat yang selama ini dikenal di pasaran sebagai penurun kolesterol ternyata berperan dalam membantu otak pulih setelah stroke. Meskipun belum terbukti pada manusia, tetapi tim peneliti dari Universitas Airlangga sudah membuktikan bahwa simvastatin mampu memperbaiki fungsi otak tikus setelah stroke dengan cara menekan pembentukan jaringan parut otak dan merangsang pertumbuhan sel saraf baru pada hewan coba
Hal ini memberikan harapan besar bagi penderita stroke. Simvastatin yang selama ini digunakan untuk kolesterol mungkin bisa menjadi bagian dari terapi pemulihan otak pasca stroke. Dengan kemampuan menekan gen penghambat regenerasi saraf dan merangsang pertumbuhan neuron baru, obat ini berpotensi mempercepat pemulihan fungsi otak yang hilang.
Apa yang Terjadi Saat Stroke?
Stroke iskemik terjadi ketika pembuluh darah di otak tersumbat sehingga membuat jaringan otak kekurangan oksigen, kondisi ini menyebabkan kematian sel-sel pada saraf dan melemabhkan kemampuan tubuh untuk bergerak dan berpikir. Tubuh berusaha memperbaiki kerusakan dengan membentuk jaringan glial scar. Jaringan ini justru menghambat pertumbuhan saraf baru, sehingga proses penyembuhan menjadi lambat. Pada glial scar memiliki dua protein utama bernama aggrecan (ACAN) dan versicana (VCAN) yang dikendalikan oleh gen SOX9. Jika gen terlalu aktif dan glial scar mengalami penebalan, fungsi otak akan sulit untuk pulih.
Simvastatin, Lebih Dari Sekedar Obat Kolesterol
Bayangkan, obat simvastatin yang biasanya digunakan sebagai obat penurun kolesterol (LDL), sekarang bisa menjadi obat anti inflamasi dan perlindungan otak. Obat ini mampu menembus barrier darah-otak dan mampu bekerja pada kerusakan jaringan spesifik.
Dalam percobaan ini menggunakan 20 ekor tikus sebagai model stroke, simvastatin diberikan selama tujuh hari dengan tiga dosis berbeda yaitu 5, 10, dan 15 mg/kgBB
Hasil dari penelitian ini yaitu:
- Semakin tinggi dosis simvastatin, semakin baik kemampuan gerak tikus
- Kadar ACAN, VCAN, dan Gen SOX9 menurun menandakan berkurangnya pembentukan glial scar
- Kadar Brain Derived Neurotrophic Factor (BDNF) meningkat signifikan dan dapat membantu pertumbuhan dan perbaikan sel otak
- Jumlah neuron baru bertambah, terutama pada dosis tertinggi (15 mg/kgBB)
Obat simvastatin menjadi harapan baru untuk penderita stroke
Kedepannya, obat simvastatin ini membuka peluang besar bagi terapi pemulihan otak setelah stroke dan tidak hanya menurunkan kolesterol





