Universitas Airlangga Official Website

Sinergi Pengelolaan Utang, Teknologi Big Data, dan Pengambilan Keputusan Perusahaan

Sinergi Pengelolaan Utang, Teknologi Big Data, dan Pengambilan Keputusan Perusahaan
Sumber: Liputan6

Penelitian ini membahas fenomena penting dalam dunia bisnis modern, yaitu interaksi antara teknologi big data dan manajemen utang dalam pengambilan keputusan perusahaan. Fenomena yang ditonjolkan adalah meningkatnya penggunaan teknologi big data yang memungkinkan perusahaan menganalisis volume data yang besar, termasuk data terstruktur dan tidak terstruktur dari berbagai sumber seperti media sosial, perilaku pelanggan, dan tren pasar.

Keunggulan utama penelitian ini terletak pada pendekatan komprehensifnya dalam menganalisis hubungan antara teknologi big data dan manajemen utang, yang belum banyak dieksplorasi dalam literatur sebelumnya. Penelitian ini tidak hanya melihat kedua aspek tersebut secara terpisah, tetapi juga menganalisis interaksi keduanya dan dampaknya terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Tujuan penelitian ini adalah mengisi kesenjangan penelitian dengan mengeksplorasi bagaimana interaksi antara teknologi big data dan manajemen utang mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan, dengan fokus khusus pada variabel mediasi berupa efisiensi operasional dan efektivitas strategi bisnis berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini mencakup:

  1. Mengidentifikasi peran penting variabel mediasi (efisiensi operasional dan strategi bisnis berkelanjutan) dalam hubungan antara teknologi big data dan manajemen utang
  2. Memberikan pemahaman baru tentang bagaimana perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi big data untuk meningkatkan manajemen utang
  3. Menyoroti pentingnya keseimbangan antara implementasi teknologi big data dan praktik manajemen utang yang efektif
  4. Mengintegrasikan pertimbangan ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam analisis kinerja keuangan perusahaan

Methods and Discussion

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan sampel dari sektor perbankan di Indonesia, melibatkan 183 responden dari 7 bank besar (BNI, Mandiri, Danamon, BRI, BTN, Bukopin, dan BCA). Profil responden didominasi oleh account officer (31,1%), mayoritas laki-laki (63,4%), berusia 31-40 tahun (48,6%), dan berpendidikan S1 (59,6%). Bank BCA memiliki representasi tertinggi (21,3%), diikuti Bukopin (19,7%) dan Danamon (14,2%).

Metode pengumpulan data menggunakan kombinasi survei terstruktur online sebagai data primer dan laporan keuangan serta database industri sebagai data sekunder. Variabel yang diukur mencakup manajemen utang, penggunaan teknologi big data, efisiensi operasional, dan efektivitas strategi bisnis berkelanjutan. Keunggulan metodologi penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan SMART-PLS yang lebih kompleks dibandingkan statistik deskriptif tradisional. Analisis data meliputi statistik deskriptif dasar, analisis korelasi, dan analisis regresi, dengan fokus pada hubungan langsung dan tidak langsung antara adopsi teknologi big data dan praktik manajemen utang serta dampaknya terhadap kinerja keuangan. Model SMART-PLS yang digunakan mampu menangani kompleksitas dengan multiple mediator, memberikan pemahaman komprehensif tentang interaksi antara teknologi dan praktik manajemen dalam konteks perbankan Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara penggunaan teknologi big data dan manajemen utang dalam meningkatkan kinerja perusahaan perbankan. Penggunaan teknologi big data terbukti membantu perusahaan dalam mengoptimalkan struktur utang, kebijakan utang, dan strategi pembayaran utang. Efisiensi operasional dan strategi bisnis berkelanjutan berperan sebagai mediator penting dalam hubungan ini. Perusahaan yang berhasil mengintegrasikan teknologi big data dalam pengambilan keputusan manajemen utang menunjukkan peningkatan dalam efisiensi operasional dan efektivitas strategi bisnis berkelanjutan mereka.

Untuk penelitian mendatang, disarankan untuk memperluas cakupan ke sektor industri lain dan melakukan studi longitudinal untuk memahami dampak jangka panjang. Penambahan variabel eksternal seperti kondisi makroekonomi dan regulasi industri juga penting untuk dipertimbangkan. Penggunaan metode pengumpulan data yang lebih beragam, termasuk wawancara mendalam, dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif. Selain itu, eksplorasi lebih dalam tentang peran inovasi teknologi dalam manajemen keuangan perusahaan dan penyelidikan dampak spesifik dari berbagai jenis teknologi big data pada kinerja perusahaan dapat memperkaya pemahaman di bidang ini.

Penulis: Prof. Dr. Dian Agustia, S.E., M.Si., Ak.

Link: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/the-synergy-of-debt-management-big-data-technology-and-corporate-

Baca juga: Peran Mediasi Manajemen Risiko dalam Hubungan antara Efektivitas Komite Audit dan Kinerja Keberlanjutan Perusahaan