Universitas Airlangga Official Website

Sintesis Dua Dimensi Material Menggunakan Metode Hijau untuk Penyembuhan Kanker

Foto by Siloam Hospital

Kanker merupakan penyakit yang sangat mematikan. Sampai saat ini belum ada obat yang efisien yang dapat menyembuhkan kanker. Kemoterapi merupakan cara yang bisa dikatakan cukup ampuh dalam uapaya penyembuhan penyakit kanker. Namun demikian, kemoterapi sangat tidak efisien dan memiliki efek samping yang juga dapat menimbulkan sesuatu yang sangat merugikan terhadap tubuh sampai kematian, karena kometerapi juga dapat membunuh sel sehat yang ada didalam tubuh manusia.

Teknologi obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit terus berkembang, salah satunya teknologi drug delivery, contrast agent dan heat agent untuk penyembuhan kanker. Teknologi ini tidak lepas dari perkembangan nanoteknologi, salah satunya penemuan material-material baru yang memiliki kemampuan sebagai pembawa obat, agen pembawa kontras dan pembawa panas untuk membunuh sel kanker langsung tanpa berakibat buruh terhadap sel tubuh yang sehat.   

Salah satu material yang banyak digunakan dalam teknologi ini adalah material berbentuk dua dimensi, seperti Graphene, MXenes, Black Phosphorus, Transition Metal Dichalcogenides, dan Hexagonal Boron. Material-material ini memiliki keunggulan yang sangat mendukung dalam aplikasinya untuk teknologi obat-obatan, seperti permukaan yang sangat luas, memiliki kemampuan membunuh bakteri dan sensitive terhadap panas maupun medan magnetic. Misalkan, Graphene adalah material dua dimensi yang memiliki permukaan yang sangat luas sehingga dapat dijadikan material pembawa obat atau drug delivery yang dimana nantinya obat penyembuh kanker akan langsung dibawa ke sel kanker. Transition Metal Dichalcogenides juga merupakan material yang sangat sensitif terhadap gelombang infrared sehingga juga bisa digunakan untuk pembawa panas yang mampu membunuh sel kanker tanpa merusak sel sehat.

Namun, material dua dimensi masih belum 100% non-toxic. Sehingga dibutuhkan upaya untuk membuat material ini menjadi lebih aman terhadap tubuh, seperti penggunakaan teknologi hijau dalam proses pembuatannya. Teknologi hijau merupakan sintesis nanomaterial dengan menggunakan bahan-bahan yang tidak beracun, seperti ekstrak buah, ekstrak daun, sampai penggunaan bakteri baik yang mampu mengubah material yang awalnya tidak dalam bentuk dua dimensi, menjadi dua dimensi dengan menggunakan proses exfoliation atau pengelupasan.  

Teknologi hijau merupakan cara yang paling mudah dan efisien dalam upaya merealisasika material dua dimensi untuk aplikasi biomedis, termasuk teknologi obat-obatan yang di sebutkan diatas. Selain dapat membuat material dua dimensi lebih aman dan tidak beracun, teknologi hijau dalam proses pembuatan material dua dimensi juga relative mudah dan sangat murah dibandingkan metode kimia bahkan fisika.

Penulis: Prof. Dwi Setyawan

Link Jurnal: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/36721905/