Seperti yang kita ketahui bersama, salah satu peran dan tugas dari pemerintah adalah memberikan pelayanan sepenuhnya kepada warganya, baik dari pemerintah pusat hingga unit pemerintahan terkecil.
Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, muncul ide-ide inovatif yang bertujuan untuk memberikan pelayanan. Layanan yang diberikan meliputi sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan masih banyak lagi. Salah satu inovasi yang digencarkan oleh pemerintah adalah adanya SINOVIK atau Sistem Inovasi Pelayanan Publik.
Menurut Permen PANRB Nomor 30 Tahun 2014, Inovasi Pelayanan Publik merupakan terobosan dalam pelayanan publik, baik berupa ide kreatif orisinal maupun adaptasi/modifikasi yang bermanfaat bagi masyarakat, baik secara langsung maupun tidak langsung. Inovasi pelayanan publik sendiri tidak memerlukan penemuan baru. Ini mencakup pendekatan kontekstual baru dalam inovasi pelayanan publik yang dihasilkan dari perluasan dan peningkatan kualitas inovasi pelayanan publik yang ada.
Pada artikel ini akan memberikan gambaran informasi desain sistem yang terintegrasi dengan sistem program utama untuk meminimalkan kesalahan di departemen farmasi pada RSUD Banyuwangi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Menurut Neuman (2014:34), pendekatan ini digunakan untuk menggambarkan suatu fenomena sosial. Penelitian deskriptif memberikan deskripsi rinci tentang situasi tertentu, pengaturan sosial, atau hubungan. Penelitian deskriptif dimulai dengan masalah atau pertanyaan yang terdefinisi dengan baik dan mencoba untuk menggambarkannya secara akurat. Peneliti deskriptif menggunakan sebagian besar teknik pengumpulan data: survei, penelitian lapangan, analisis isi, dan penelitian komparatif-historis
Hasil studi menunjukkan bahwa Program pemerintah Banyuwangi dalam hal pengantaran obat ke rumah pasien atau warga kurang mampu tersebut bernama Gancang Aron. Dalam bahasa Banyuwangi, gancang aron berarti “cepat sembuh”. Pada awal pelaksanaan program Gancang Aron, apoteker akan mengantarkan obat dengan lancar, dan apoteker akan langsung menjelaskan obat yang harus diminum pasien. Minimnya armada dan minimnya tenaga kerja membuat pemerintah bekerjasama dengan GO-JEK sebagai penyedia layanan antar untuk pasien. Hal ini dilakukan untuk efisiensi biaya, dimana pemerintah tidak perlu lagi mengatur armada dan menambah sumber daya manusia.
Program Gancang Aron bertujuan untuk memudahkan pasien berobat berobat ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan pelayanan yang lebih baik. Dengan pemanfaatan teknologi yang ada dan beberapa pengembangan, sistem Gancang Aron dapat diintegrasikan dengan sistem Rumah Sakit Blambangan untuk meminimalkan kesalahan pemahaman pasien dalam meminum obat karena dapat langsung berkonsultasi dengan apoteker. Sistem Gancang Aron akan memudahkan pasien untuk mengecek status obatnya sehingga pasien tidak perlu khawatir ketika obatnya akan dikirimkan.
Diharapkan dengan adanya integrasi antara sistem Gancang Aron dan sistem RSUD Blambangan ini akan memudahkan pasien, apoteker, bahkan driver Go-Jek sebagai layanan pengirim, dalam melaksanakan program pemerintah daerah Kabupaten Banyuwangi.
Oleh: Anak Agung Gde Satia Utama
Secara lengkap, hasil penelitian ini dapat dilihat dan diunduh pada laman website: https://sarpublication.com/journal_details/sarjet/50/289





