Identifikasi individu merupakan salah satu prosedur yang diperlukan di bidang forensik yang dapat dilakukan menggunakan beberapa elemen kerangka manusia, yaitu panggul, tengkorak, gigi, dan berbagai struktur lainnya. Mandibula atau rahang bawah salah satu komponen yang dapat digunakan untuk identifikasi individu. Mandibula merupakan tulang terkuat dan terbesar di wajah. Beberapa penelitian menyatakan bahwa mandibula dapat digunakan untuk membedakan jenis kelamin dan memberikan informasi perkiraan usia. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk memeriksa mandibula adalah dengan pemeriksaan radiogafi panoramik.
Gambaran Radiografi Mandibula
Gambaran radiografi pada mandibula memiliki banyak titik-titik / landmark yang diperlukan untuk mengidentifikasi seseorang sehingga pada beberapa kasus bencana masal akan memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi dan waktu yang cukup lama. Sehingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dapat di optimalkan untuk membantu menentukan landmark pada radiogafi panoramik. Beberapa landmark yang penting antara lain kondilus, gonion, ramus, dan corpus mandibula.
Studi ini mengusulkan pendekatan otomatis baru untuk menghasilkan sepuluh titik landmark mandibula dari gambar radiografi panoramik untuk identifikasi jenis kelamin. Dataset yang digunakan yaitu 120 radiografi panoramic. Tim peneliti mengusulkan langkah, yaitu menentukan titik centroid dari gambar mandibula dan menggunakan regresi linear untuk memprediksi sepuluh titik landmark mandibula seperti dua kondil, dua gonion, empat ramus, dan dua badan mandibula.
Dengan metode regresi linear untuk menghasilkan landmark mandibula secara otomatis pada radiografi panoramik. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pengukuran jarak antara titik landmark mandibula secara manual dan sistem yang dikembangkan. Prediksi titik landmark paling rendah sebesar 1 piksel dengan ground truth. Sebaliknya, landmark yang diprediksi dengan selisih terbesar adalah gonion sebesar 10 piksel. Dari system, titik landmark gonion kiri tidak sesuai dengan data dari radiolog, dengan nilai success detection rate (SDR) terendah sebesar 16,67%. Di sisi lain, titik landmark terbaik adalah titik terbawah dari landmark badan karena hasil SDR tertinggi adalah 99,17%.
Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan dengan meningkatkan metode untuk menghasilkan titik landmark mandibula pada gonion yang memiliki perbedaan kesalahan yang rendah dari data aktual dari perhitungan manual. Diharapkan sistem penentuan titik landmark pada radiografi panoramik dapat digunakan untuk membantu kinerja ahli forensik.
Penulis : Prof. Dr. Eha Renwi Astuti, drg., M.Kes.,Sp.RKG.
Informasi detail dapat diakses pada tautan berikut :
https://inass.org/wp-content/uploads/2023/10/2024022949-2.pdf





