Saat ini perkembangan alat deteksi kesehatan untuk pelayanan kesehatan medis berbasis pada listrik, magnet, bau, cahaya, serta radiasi pengion seperti sinar-X semakin meningkat. Termometer merupakan salah satu alat ukur yang sangat diperlukan dalam kegiatan penelitian, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta industri. Berbagai jenis termometer tersedia di pasaran, umumnya termasuk dalam jenis termometer kontak.
Pengukuran suhu benda dilakukan dengan menempelkan termometer pada benda atau disebut dengan pengukuran kontak langsung. Dalam banyak aplikasi kontrol, pengukuran kontak langsung tidak dapat diterapkan dan mengganggu keseluruhan proses. Untuk mengatasi hal tersebut diperlukan suatu alat ukur yang dapat bekerja secara non-invasif, salah satunya adalah termometer.
Suhu tubuh merupakan indikator integritas fisiologis yang sensitif dan dapat diandalkan yang dapat diandalkan untuk menentukan status fisik dan adanya perkembangan penyakit pada seorang pasien. Mendapatkan pengukuran Suhu Inti yang akurat, yang mencerminkan suhu tubuh sebenarnya, sangatlah penting. Namun, sulit untuk merepresentasikan suhu inti sebenarnya karena tubuh manusia menunjukkan pembacaan suhu yang berbeda di area tubuh lainnya.
Suhu tubuh merupakan indikator integritas fisiologis yang sensitif dan dapat diandalkan untuk menentukan perkembangan penyakit, status fisik, dan keberadaannya. Mendapatkan pengukuran Suhu Inti yang akurat, yang mencerminkan suhu tubuh sebenarnya, sangatlah penting. Namun, sulit untuk merepresentasikan suhu inti sebenarnya karena tubuh manusia menunjukkan pembacaan suhu yang berbeda di area tubuh lainnya.
Baru-baru ini, termometer inframerah, yang berkorelasi lebih baik dengan suhu inti. Ini telah dikembangkan untuk memecahkan masalah pengukuran suhu konvensional. Karena membran timpani menerima darah arteri yang sama dari hipotalamus (area pusat pengatur suhu), membran ini dianggap ideal untuk memeriksa suhu tubuh.
Perkembangan teknologi terkini ini memiliki cara untuk mengukur suhu tubuh pasien secara tidak langsung (non-kontak). Termometer ini memanfaatkan energi infra merah untuk membaca suhu pasien. Alat pengukur suhu tubuh jarak jauh diperlukan untuk memeriksa suhu tubuh pasien, terutama pasien yang menderita penyakit berbahaya dan menular.
Saat melakukan pengukuran, posisi alat mengarah ke saluran telinga (membran timpani), terutama agar pembacaan suhu dapat tepat. Pembacaan suhu dahi oleh modul alat memiliki nilai % error yang tinggi dibandingkan dengan termometer IR model IT-122, hal ini disebabkan karena sensor tidak mampu membaca suhu dahi secara akurat. Penelitian ini menemukan bahwa akurasi diagnostik inframerah pengukuran suhu timpani tidak kalah dengan pengukuran suhu dahi.
Terbukti dari pengukuran subjek, suhu inframerah menunjukkan kesamaan sensitivitas dan spesifisitas. Penelitian lebih lanjut untuk keakuratan diagnostik Suhu inframerah sebaiknya mengatur pendataan pasien demam dan kesehatan dalam standar acuan untuk menganalisis keakuratan pengukuran suhu inframerah pada membran timpani.
Dalam praktik klinis, suhu timpani mungkin memiliki keterbatasan dalam mendeteksi demam. Oleh karena itu, disarankan untuk menggunakan lebih dari satu jenis termometer dan teknik pengukuran suhu di tempat yang berbeda (oral, rektal, aksila).
Penulis : Suryani Dyah Astuti dan Dinda Trisakti Wahyuningtya
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:





