UNAIR NEWS – Memulai karirnya di Universitas Airlangga pada tahun 1980, Siti Rukayah langsung ditugaskan menjadi sekretaris rektor. Kala itu, UNAIR masih di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Abdul Gani, S.H, M.S., Rektor yang menjabat periode 1976-1980.
“Waktu saya pertama kerja ditugaskan menjadi sekretris Prof. Abdul Gani dari Fakultas Hukum,” kata Siti.
Siti Rukhayah yang memasuki masa pensiun per Oktober 2017 itu mengatakan, banyak suka duka ia dapatkan selama mendampingi rektor UNAIR yang sudah mengalami delapan kali pergantian sejak ia bekerja.
“Sebenarnya suka duka itu cara kita menyikapi saja. Jika kita bekerja dengan tulus dan melaksanakan dengan baik dan bekerja sesuai tupoksi maka itu kepuasan yang patut disyukuri,” terangnya.
Meski demikian, Siti tidak mengingkari bahwa di awal kerja ada masa-masa sulit. Terlebih saat ia memiliki putra yang masih kecil. Ia pun harus lihai dalam membagi waktu untuk anak, kerja, dan keluarga.
“Memang dukanya kalau anak-anak masih kecil dan sakit, itu yang agak susah. Lainnya selama ini saya jalani dengan penuh syukur,” jelasnya.
Menghabiskan separuh perjalanan hidupnya menjadi abdi negara, Siti pun menjadi saksi perjalanan panjang dinamika UNAIR. Salah satunya ruang kerja rektor UNAIR yang tiga kali mengalami pemindahan lokasi.
“Dulu namanya masih biro rektor. Kantornya juga masih di Jalan Dr. Soetomo. Baru tahun 1982 pindah di kampus B dan tahun 2004 pindah lagi di kampus C sekarang ini,” papar Siti.
Selain itu, menjadi saksi pergantian rektor selama delapan kali membuat Siti semakin lihai menyesuaikan cara kerja masing-masing pemimpin yang berbeda. Selama bekerja dengan rektor yang berbeda Siti mengaku tidak pernah membedakan dan membandingkan. Mengikuti ritme dan memahami gaya kepemimpinan atasan menjadi caranya untuk bisa terus mengabdi
“Selama ini ya harus mengikuti ritme rektor. Bagaimana gaya dan cara rektor bekerja. Jadi kita enak mengikuti, tidak ada beban, dan tidak membandingkan. Karena semua punya karakter masing-masing. Harus paham dan dipelajari polanya,” terang Siti.
Tidak lupa, Siti juga berpesan kepada tenaga kependidikan di lingkungan UNAIR agar selalu bekerja sama. Selain itu, ia juga menegaskan bahwa dalam bekerja jangan asal-asalan. Penting untuk terus saling membantu dan serius selama menjadi abdi negara di lingkungan UNAIR.
“Saya kira dalam bekerja harus kerja sama dan jangan saling iri. Kalau bisa harus saling membantu dan jangan kerja asal-asalan. Mau berangkat pagi dan pulang malam harus mengikuti itu,” tuturnya.
Menemukan Cinta
Di tengah obrolan yang hangat, Siti juga berkisah bahwa ia menemukan cinta sejatinya di UNAIR. memasuki tahun kedua ia bekerja, Siti menerima pinangan laki-laki yang kini menganugerahinya tiga putra dan tiga cucu.
“Waktu masuk di sini saya belum menikah. Lalu bertemu beliau (suami, -red) dan kemudian kami menikah,” kenangnya. (*)
Penulis : Nuri Hermawan
Editor : Binti Q. Masruroh