Universitas Airlangga Official Website

Skor ESG Tinggi, Tapi Auditor Justru Lebih Waspada: Apa yang Terjadi?

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Dalam beberapa tahun terakhir, skor Environmental, Social, and Governance (ESG) menjadi semacam “label hijau” yang dibanggakan perusahaan. Skor ESG yang tinggi sering diasosiasikan dengan tata kelola yang baik, risiko yang rendah, dan prospek jangka panjang yang lebih stabil. Investor pun kerap menjadikan ESG sebagai indikator utama dalam pengambilan keputusan. Namun, temuan penelitian terbaru kami justru menunjukkan paradoks menarik: perusahaan dengan skor ESG yang lebih tinggi ternyata mendapatkan pengawasan auditor yang lebih ketat, tercermin dari semakin banyaknya Key Audit Matters (KAM) yang diungkapkan dalam laporan audit. Penelitian ini adalah kerjasama tim yang diinisiasi oleh Prof. Dr. Ardianto, SE., M.Si., Ak., CA., CMA. (Universitas Airlangga-Surabaya, Indonesia), dan beberapa keanggotaan lainnya Dr. Nadia Anridho SE., MBA., Suham Cahyono, S.A., M.Acc., dan Fiona Vista Putri, S.A., M.Acc. dalam kerjasama riset kolaborasi internasional dengan Prof. (Assoc) Dr Noor Adwa Sulaiman (Universiti Malaya-Kuala Lumpur, Malaysia).

Apa Itu Key Audit Matters?

KAM adalah bagian khusus dalam laporan auditor yang menjelaskan area paling signifikan dan berisiko dalam proses audit. KAM mencakup pos-pos yang memerlukan pertimbangan profesional tinggi, estimasi kompleks, atau berpotensi menimbulkan salah saji material.

Singkatnya, semakin banyak KAM, semakin banyak pula area laporan keuangan yang dianggap sensitif oleh auditor.

ESG Tinggi Tidak Selalu Berarti Risiko Rendah

Berdasarkan analisis terhadap 1.954 observasi perusahaan non-keuangan di Malaysia, Singapura, dan Thailand selama 2016–2022, kami menemukan bahwa peningkatan skor ESG secara konsisten diikuti oleh peningkatan jumlah dan kompleksitas KAM.

Temuan ini menantang anggapan umum bahwa ESG yang baik otomatis menurunkan risiko audit. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Jawabannya terletak pada kompleksitas dan subjektivitas pelaporan ESG.

Banyak inisiatif ESG seperti pengakuan biaya lingkungan, valuasi kredit karbon, provisi reklamasi, atau pembiayaan berbasis keberlanjutan melibatkan estimasi akuntansi yang tidak sederhana. Estimasi ini sering kali bergantung pada asumsi manajemen, proyeksi jangka panjang, dan ketidakpastian regulasi. Dari perspektif auditor, kondisi ini justru meningkatkan area yang perlu dicermati secara mendalam.

Ketika ESG Berubah Menjadi Sinyal Risiko

Penelitian ini juga menyoroti peran greenwashing, yaitu praktik membesar-besarkan komitmen keberlanjutan tanpa dukungan kinerja nyata. Kami menemukan bahwa indikasi greenwashing memperkuat hubungan antara skor ESG dan KAM.

Artinya, ketika auditor melihat adanya kesenjangan antara klaim ESG dan realitas bisnis atau angka keuangan, mereka merespons dengan:

  • Prosedur audit yang lebih ekstensif
  • Penambahan KAM
  • Penjelasan audit yang lebih panjang dan spesifik

Dalam konteks ini, ESG tidak lagi dipandang semata sebagai sinyal tata kelola yang baik, melainkan juga potensi sumber risiko dan ketidakpastian.

Peran Regulasi: Tidak Semua Negara Sama

Menariknya, hubungan antara ESG dan KAM menjadi lebih kuat di negara dengan penegakan regulasi yang ketat, seperti Singapura. Di lingkungan dengan standar pelaporan dan pengawasan yang tinggi, auditor menghadapi tekanan lebih besar untuk memastikan bahwa klaim ESG benar-benar tercermin secara wajar dalam laporan keuangan.

Sebaliknya, di yurisdiksi dengan standar ESG yang lebih longgar, hubungan ini cenderung lebih lemah, karena ruang interpretasi dan praktik simbolik lebih besar.

Pelajaran Penting bagi Perusahaan dan Investor

Hasil riset ini membawa pesan penting: skor ESG yang tinggi bukan jaminan laporan keuangan “aman” dari perspektif audit. Justru, ESG dapat membuka lapisan kompleksitas baru yang menuntut kehati-hatian ekstra.

Bagi perusahaan, ini berarti:

  • ESG harus diintegrasikan secara substansial, bukan sekadar narasi
  • Klaim keberlanjutan perlu didukung oleh pencatatan dan pengukuran akuntansi yang solid
  • Transparansi yang berlebihan tanpa dasar justru dapat meningkatkan sorotan auditor

Bagi investor dan pemangku kepentingan, temuan ini mengingatkan bahwa:

  • KAM dapat menjadi sinyal penting untuk membaca risiko di balik skor ESG
  • ESG tinggi perlu dibaca bersama kualitas pelaporan dan konteks audit, bukan berdiri sendiri
Menafsirkan ESG dengan Lebih Kritis

Pada akhirnya, ESG bukan sekadar soal “seberapa hijau” sebuah perusahaan terlihat, tetapi seberapa konsisten komitmen keberlanjutan tersebut diterjemahkan ke dalam angka keuangan yang dapat diaudit.

Ketika ESG dipraktikkan secara autentik, ia dapat memperkuat kepercayaan pasar. Namun, ketika ESG hanya menjadi alat pencitraan, auditor akan menjadi pihak pertama yang mengibarkan bendera peringatan—melalui KAM.

Oleh: Prof. Dr. Ardianto, SE., M.Si., Ak., CA., CMA.

Untuk menggali informasi mendalam dari artikel ini, silahkan mengunjungi tautan berikut: https://www.emerald.com/ara/article/doi/10.1108/ARA-10-2024-0315/1313139/ESG-performance-and-auditor-scrutiny-does