Endometriosis merupakan penyakit inflamasi kronis yang memengaruhi 10% wanita usia reproduksi di seluruh dunia. Penyakit ini ditandai dengan pertumbuhan jaringan endometrium yang tidak normal di luar rahim yang menyebabkan peradangan panggul. Gejala endometriosis meliputi nyeri yang hebat saat menstruasi, nyeri panggul, dan infertilitas. Sekitar 30–50% kasus endometriosis berhubungan dengan infertilitas. Penyebab penyakit endometriosis masih terus diteliti sampai saat ini. Disfungsi komponen imun bawaan, seperti makrofag dan monosit berkontribusi terhadap imunopatologi endometriosis.
Soluble CD163 (sCD163) dan soluble CD14 (sCD14) berfungsi sebagai penanda biologis untuk aktivasi monosit atau makrofag. sCD163 juga berperan sebagai penanda biologis peradangan yang potensial dan target terapeutik. Peningkatan kadar sCD14 dalam serum dikaitkan dengan prognosis yang buruk merupakan prediktor kuat dari morbiditas dan mortalitas. Peningkatan kadar sCD163 dan sCD14 telah dilaporkan pada berbagai penyakit terkait peradangan dan mengindikasikan tingkat keparahan penyakit. Selain itu, Macrophage Inhibitory Factor (MIF) berfungsi sebagai mediator utama dalam respon inflamasi sistemik endometriosis. Peningkatan kadar MIF dilaporkan pada jaringan endometrium ektopik perempuan dengan endometriosis.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidik peran soluble CD14, CD163, dan MdIF dalam kasus infertilitas terkait endometriosis dan mengkorelasikan dengan tingkat keparahan endometriosis. Wanita dengan endometriosis menunjukkan kadar sCD163 dan MIF dalam serum yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol. Kadar sCD163 dan MIF di serum meningkat secara signifikan pada wanita endometriosis dengan stadium III/IV dibandingkan dengan wanita endometriosis dengan stadium I/II. Hal ini menunjukkan bahwa kadar sCD163 dan MIF pada serum berpengaruh pada tingkat keparahan endometriosis. Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa kadar sCD163 dan MIF di serum dapat secara signifikan dapat membedakan endometriosis dan non-endometriosis dalam kasus infertilitas. Kadar sCD163 dan MIF pada serum menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas yang baik dalam membedakan kasus endometriosis dan non-endometriosis pada kondisi infertilitas. Penemuan pada penelitian ini bisa menjadi acuan untuk mengembangan penanda biologis baru khususnya sCD163 dan MIF untuk membantu diagnosis penyakit endometriosis terkait infertilitas.
Penulis: Prof. Dr. Budi Santoso, dr., Sp.O.G., Subsp.F.E.R.
Baca juga: Peningkatan Kadar TNF-alpha di Serum dan Cairan Peritoneum pada Wanita dengan Endometriosis





