Universitas Airlangga Official Website

Soroti Isu Toleransi, Mahasiswa UNAIR Sabet Juara II Kompetisi Esai Nasional

Tim Kamsia saat sedang menerima awarding kejuaraan
Tim Kamsia saat sedang menerima awarding kejuaraan (Foto: Dok. Tim Kamsia)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yang tergabung dalam tim Kamsia berhasil meraih juara dua dalam kompetisi esai nasional pada ajang Ramadhan Berkah Mardliyyah (RBM) Festival 1447 H. Kompetisi tersebut terselenggara oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Sabtu (7/3/2026). Tim Kamsia beranggotakan tiga orang. Mereka di antaranya Nurin Mulyani (FISIP), Firaz Athallah Muflih (FKp), dan Ghania Kyla Al Hasbi (FKp).  

Prestasi tersebut menunjukkan kepedulian mahasiswa UNAIR terhadap isu toleransi yang kerap disalahartikan dalam lingkup masyarakat. Hal ini selaras dengan pernyataan Firaz, selaku anggota tim bahwa perspektif masyarakat mengenai toleransi masih sampai di tahap permukaan.

Nah, dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai isu toleransi yang muncul sebagai bahan bercandaan. Padahal, seharusnya toleransi dipandang sebagai bentuk penghormatan yang nyata atas perbedaan yang ada,” ujarnya. 

Menurut Firaz, sikap toleransi pada kalangan remaja semakin terkikis di era digitalisasi. Hal ini mendorong Tim Kamsia untuk menciptakan esai inovatif bertajuk FAITHVENTURE: Komunitas Travelling Edukatif Berbasis Modul Toleransi Interaktif dan Pembuatan Konten Digital di Tempat Ibadah Lintas Agama untuk Membangun Harmoni Remaja Multikultur Indonesia.

Motivasi di Balik Partisipasi Tim Kamsia 

Firaz mengaku bahwa alasan Kamsia mengikuti kompetisi tersebut adalah sebagai wadah dalam menambah pengetahuan sekaligus mengasah performa setiap anggota pada kompetisi kepenulisan ilmiah. Selain itu, pengalaman pertama kali dalam menulis karya ilmiah juga menjadi salah satu faktor utama bagi tim Kamsia untuk mengenal dunia kompetisi. 

Tim Kamsia saat bersama akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) (Foto: Dok. Tim Kamsia)

“Sebelumnya, kami memang sudah membentuk tim. Nah, ketika mengetahui informasi tentang kompetisi ini kami sangat antusias untuk berpartisipasi dan mengenal lebih dalam tentang dunia kepenulisan ilmiah,” ungkapnya. 

Proses Menulis Karya Ilmiah

Pembagian job desk atau tugas kepada tiap anggota memudahkan tim Kamsia dalam menjalankan proses menulis esai. Hal itu sejalan dengan ungkapan Nurin, anggota lain dari Kamsia, yang menyatakan bahwa setiap anggota mendapatkan target untuk menyelesaikan tugasnya masing-masing.

“Jadi, kami menyiasati dengan pembagian tugas agar esai kami cepat selesai. Saya dengan Firaz bertugas untuk melakukan riset lebih dalam terkait topik toleransi yang kami angkat. Sedangkan, Ghania yang sudah memiliki kemampuan editing kami arahkan dia untuk mengerjakan visualisasi dari desain produk kami,” ujarnya.

Proses menulis karya ilmiah tentunya bukan hal yang sederhana. Ghania menambahkan bahwa dalam prosesnya, mereka juga harus berhadapan dengan beberapa tantangan. Perbedaan jam mata kuliah dan alur komunikasi menjadi tantangan utama dalam proses menulis dan mendiskusikan progres tim. 

Melalui kompetisi esai tersebut, tim Kamsia berharap mahasiswa UNAIR dapat memberanikan diri dalam mengambil langkah ke dunia kompetisi kepenulisan ilmiah seperti mereka. “Coba terus mulai dari hal-hal kecil yang mengarahkan kita pada kesuksesan. Jangan pernah takut untuk mencoba dan jangan pernah patah semangat di dalam proses kita mencoba hal-hal baru itu,” tuturnya. 

Penulis: Amelia Farah Putri Iswara

Editor: Yulia Rohmawati