Universitas Airlangga Official Website

Spesies Salmonella yang Multidrug-resisten dari Daging Ayam

Foto oleh nusantaranews.co

Penyakit bawaan makanan telah menjadi salah satu penyakit global masalah yang berdampak pada keamanan pangan dan kesehatan masyarakat. Penyakit bawaan makanan secara langsung mempengaruhi lini produksi ke konsumen yang menyebabkan morbiditas dan mortalitas yang cukup besar di seluruh dunia. Penyakit bawaan makanan yang disebabkan oleh mikroorganisme termasuk berbagai penyakit zoonosis yang dapat disebarkan melalui produk pangan asal hewan, khususnya produk ayam.

Daging ayam adalah salah satu hewan yang paling banyak dikonsumsi produk dan dikenal sebagai media untuk penyebaran penyakit bawaan makanan Salmonellosis yang disebarkan melalui kontaminasi sepanjang rantai produksi makanan. Salmonellosis telah menjadi salah satu penyakit bawaan makanan utama dengan 93 juta kasus infeksi dan 155.000 hingga 230.000 kematian di dunia setiap tahun pada manusia.

Pentingnya Salmonella spp. berhubungan dengan munculnya multidrug resistance (MDR)  yang menyebar melalui makanan asal hewan, termasuk daging ayam komersial. Kebutuhan protein hewani yang aman dan berkualitas merupakan permintaan dari kebutuhan konsumen. Banyak makanan hewani asal terkontaminasi Salmonella sp., seperti bebek,  ayam. Mikroorganisme patogen di rantai makanan ditularkan ke manusia melalui berbagai makanan termasuk ayam dan produk ayam.

Meskipun kesadaran akan risiko Salmonellosis dari penanganan unggas mentah, masyarakat umumnya tidak menyadari bahwa Salmonella spp. juga dapat menyebar antara ayam dan manusia. Multidrug resistensi (MDR) isolat Salmonella spp. telah menjadi tantangan utama bagi manajemen klinis infeksi karena tidak adanya alternatif yang efektif dan terjangkau antibiotik.

Metode penanganan yang salah dan penerapan standar sanitasi yang tidak memadai oleh penjual telah menyebabkan daging ayam menjadi sangat rentan terhadap kontaminasi oleh resistensi antimikroba Salmonella spesies yang dapat menimbulkan masalah bagi kesehatan masyarakat dan makanan keamanan. Kemungkinan kontaminasi daging ayam oleh resistensi antimikroba spesies Salmonella membuat ini belajar sangat penting. Dengan demikian, penelitian ini diarahkan mengidentifikasi Salmonella spp. dari daging ayam yang dijual di pasar tradisional Surabaya.

Sampai hari ini, penyakit bawaan makanan tetap menjadi masalah yang signifikan masalah kesehatan di seluruh dunia. Salmonella sp. tetap menjadi penyebab paling umum infeksi pada manusia dan keracunan makanan yang berhubungan dengan makanan yang terkontaminasi  yang berasal dari hewan. Prevalensi Salmonella spp. dalam penelitian ini terdeteksi menjadi 11,3%. Salmonella sp. dapat berada pada hewan peliharaan seperti ayam. Oleh karena itu, pengawasan dan pemantauan terus menerus terhadap produk ayam, ayam, sangat penting untuk mencegah penyebaran Salmonellosis dan untuk menjaga kesehatan masyarakat. Unggas yang dibeli harus berasal dari peternakan manajemen yang memiliki higiene dan biosekuriti yang baik sistem. Unggas yang masuk harus memiliki status kesehatan yang tinggi dan harus dibeli dari pemasok terpercaya yang memiliki fasilitas pembibitan dan penetasan yang terjamin kualitasnya. Salmonella sp. Dapat ditularkan melalui peternakan ayam melalui kendaraan, pekerja, pakaian, alas kaki, peralatan, air, makanan, sampah, serangga, tikus, burung liar, hewan peliharaan, peralatan, dan banyak lagi faktor lain. Mencegah masuknya Salmonella spp. ke dalam peternakan dapat dilakukan dengan membatasi orang yang memasuki peternakan, mengenakan pakaian pelindung, dan memakai sepatu bot yang telah didesinfeksi. Selain itu, pekerja harus mengetahui dasar prinsip kebersihan, seperti menjaga kebersihan tangan dan kaki.

Keberhasilan pelaksanaan disinfeksi peternakan ayam perlu dilakukan pengujian dengan mengambil sampel pada lantai, dinding, air minum, tempat makan, dan lingkungan, yaitu diharapkan adanya kesadaran masyarakat akan bahaya resistensi antimikroba jika pendekatan penggunaan antibiotik.

Peningkatan resistensi antimikroba pada Salmonella spp. spesies dari daging ayam di pasar tradisional terjadi sebagai akibat dari kontaminasi silang antara daging ayam, lingkungan, dan pekerja yang menyebabkan peningkatan multidrug-resistant (MDR) pada isolat Salmonella spp. pada tahap akhir pemrosesan.

Munculnya MDR pada spesies Salmonella kini telah menjadi fokus perhatian dari berbagai peneliti. MDR menunjukkan resistensi bakteri terhadap tiga atau lebih kelas antibiotik. Resistensi terhadap antibiotik ini dapat terjadi karena adanya pola penggunaan antibiotik secara terus menerus di peternakan ayam seperti: baik sebagai pengobatan dan aditif pakan dan promotor pertumbuhan.

Penggunaan antibiotik secara terus menerus merupakan faktor pemicu tingginya tingkat resistensi antibiotik. Mengatasi tantangan ini akan membutuhkan upaya dari berbagai sektor untuk berhasil mengendalikan penyebaran dan munculnya MDR pada Salmonella sp. dari ayam pedaging ayam. Selain itu, ayam dan produk ayam adalah sering dikaitkan dengan wabah Salmonellosis dan oleh karena itu, umumnya diakui sebagai sumber utama penyebaran penyakit. Tindakan harus menyertakan aktif pengawasan untuk memantau munculnya dan penyebaran MDR dari Salmonella sp. Pencegahan dan pengendalian infeksi harus juga dioptimalkan untuk membatasi penyebaran lebih lanjut. Pemeliharaan kesadaran penting untuk membatasi penggunaan yang tidak tepat dari antibiotik, dan mengevaluasi program penggunaan antibiotic dalam industri peternakan, termasuk di peternakan ayam, harus mengatur penggunaan antimikroba yang berkelanjutan secara ketat dan dengan tepat.

Studi ini menunjukkan adanya Salmonella sp. dalam daging ayam yang dijual di pasar tradisional di Surabaya, Indonesia, meskipun pada tingkat yang lebih rendah dengan indeks frekuensi 11,4%. Adanya MDR pada Salmonella sp. di pasar tradisional ini mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan terhadap wabah Salmonellosis sebagai akibat dari konsumsi daging ayam yang terkontaminasi.

Penulis korespondensi: Prof. Dr. Mustofa Helmi Effendi, drh., DTAPH

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

Fanissa F, Effendi MH, Tyasningsih W, Ugbo EN. 2022. Multidrug-resistant Salmonella species from chicken meat sold at Surabaya Traditional Markets, Indonesia. Biodiversitas 23: 2823-2829

https://www.researchgate.net/publication/361047839