Rumah sakit adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang perlu diorganisir dengan baik untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien dan efektif. Upaya membangun infrastruktur rumah sakit yang lebih baik, termasuk kualitas layanan dan kepuasan pelanggan dan pasien, merupakan langkah untuk mendukung pelaksanaan tujuan pembangunan berkelanjutan dan menjamin pemerataan akses layanan kesehatan yang berkualitas.
Sebagai negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sebagian besar pasien di Indonesia dan bahkan beberapa pasien yang datang dari luar negeri mempertanyakan apakah proses penyediaan layanan dan produk rumah sakit telah memenuhi persyaratan syariat Islam. Sertifikasi rumah sakit sebagai institusi layanan kesehatan Syariah juga penting. Dewan Upaya Kesehatan Islam Indonesia, berkoordinasi dengan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI), dapat melakukannya melalui proses sertifikasi. Saat ini, di Indonesia, terdapat 18 rumah sakit syariah dan 4 rumah sakit pemerintah, dan masih ada 65 rumah sakit yang belum tersertifikasi.
Tulisan ini menyoroti bagaimana elemen-elemen standar pelayanan rumah sakit Syariah, komitmen terhadap religiusitas dan kepercayaan di kalangan pasien Muslim berdampak pada sikap dan tingkat kepuasan mereka, di samping implikasi loyalitas yang dihasilkan di Rumah Sakit Syariah Bersertifikat di Indonesia.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepuasan pasien tidak hanya dipengaruhi oleh ketersediaan fasilitas Syariah, yang diasumsikan memiliki faktor lain yang lebih kuat daripada perhatian fasilitas. Terdapat korelasi yang kuat antara kualitas pelayanan dari dokter dan perawat dengan kepuasan pasien, yang menekankan perlunya penyedia layanan kesehatan yang ramah dan berempati. Teknik pelayanan kesehatan dan penerapan etika medis Islam juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kepuasan pasien. Selain itu, kualitas lingkungan, efisiensi administrasi rumah sakit, tingkat religiusitas pasien, tingkat kepercayaan dan sikap pasien juga sangat mempengaruhi kepuasan pasien yang pada akhirnya turut membangun loyalitas pasien. Tingkat kepuasan dan loyalitas pasien yang tinggi memberikan manfaat penting bagi rumah sakit, antara lain stabilitas keuangan dan kemampuan untuk menyediakan layanan dan fasilitas yang berkualitas.
Jadi, temuan ini secara praktis memberikan kontribusi untuk memaksimalkan kualitas layanan medis Islami yang humanis dan infrastruktur fasilitas yang nyaman. Pasien melihat kualitas layanan dengan menyoroti fasilitas layanan bersama dengan kriteria lain seperti layanan kesehatan, suasana rumah sakit yang holistik, teknis layanan dan perilaku organisasi. Jadi, pemasaran rumah sakit Syariah harus berhati-hati dalam mempromosikan fasilitas Syariah karena jika bertentangan dengan realitas lain di balik fasilitas tersebut, maka akan berdampak buruk bagi masa depan rumah sakit. Selain itu, rumah sakit perlu mengembangkan kompetensi dan perilaku etis tenaga kesehatan melalui program pelatihan internal dan eksternal.
Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang bagaimana kepercayaan dan religiusitas mempengaruhi sikap positif dan kepuasan pasien terhadap layanan rumah sakit syariah. Manajerial rumah sakit perlu meningkatkan persepsi yang baik dari pasien dalam praktik pelayanan mereka melalui standarisasi tenaga kesehatan dengan pengetahuan yang baik tentang etika medis Islam. Salah satu aplikasinya adalah menetapkan pedoman operasional pelayanan kesehatan dengan integrasi prinsip-prinsip Syariah, dan rumah sakit juga harus melakukan pengendalian mutu rumah sakit. Mencerminkan praktik layanan Islami dalam promosi dapat memperkuat kepercayaan dan loyalitas pasien terhadap rumah sakit.
Rumah sakit syariah harus memastikan bahwa teknologi kesehatan dan obat-obatan yang diberikan mengikuti prinsip-prinsip syariah. Hal ini dapat mencakup memastikan bahwa semua obat-obatan yang digunakan adalah halal. Selain itu, penggunaan teknologi kesehatan yang canggih dan efisien dapat membantu mempercepat layanan kesehatan. Birokrasi administrasi yang rumit dapat mengganggu pengalaman pasien. Pemerintah dapat mendorong rumah sakit syariah untuk menggunakan teknologi dalam administrasi kesehatan sehingga proses administrasi menjadi lebih efisien dan lebih mudah dipahami oleh pasien.
Penulis: Prof. Dr. Tika Widiastuti, S.E., M.Si.





