Universitas Airlangga Official Website

Strategi CEO Nunaa Store Bangun Bisnis dari Nol Berbekal Riset Data jadi Kunci Utama

Nabilah Nur Azizah sebagai pemateri pertama dalam seminar Airlangga Young Enterpreneurship (AYE)
Nabilah Nur Azizah sebagai pemateri pertama dalam seminar Airlangga Young Enterpreneurship (AYE) (Foto: Dokumentasi Pribadi)

UNAIR NEWS – Membangun bisnis yang berkelanjutan di era digital menuntut ketajaman dalam membaca peluang dan data pasar. Hal tersebut dikupas tuntas dalam seminar Airlangga Young Entrepreneur (AYE) Universitas Airlangga (UNAIR) yang mengusung tema Mindpreneur: Menantang Dunia dengan Wirausaha. Seminar tersebut menjadi pembuka dari rangkaian program Airlangga Young Entrepreneur (AYE) yang berlangsung di Auditorium Ternate, ASEEC Tower, Kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Kamis (12/2/2026). 

Kegiatan ini menghadirkan CEO sekaligus Founder dari Nunaa Store Nabilah Nur Azizah. Ia merupakan salah satu alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) program studi Manajemen. Dalam paparannya, Nabilah membagikan perjalanan inspiratifnya membangun Nunaa Store. Meski tidak berangkat dari latar belakang keluarga dengan hak istimewa (privilege), jiwa wirausahanya telah terasah jauh sebelum menginjak bangku perkuliahan.

Lahir dari Riset dan Perencanaan Matang

Nabilah memulai bisnis fashion miliknya pada tahun 2016, tepat saat ia menduduki semester awal kuliah. Pada masa awal tersebut, ia mengandalkan pencarian mandiri melalui Google untuk melakukan riset pasar. Ia menekankan pentingnya alur yang sistematis dalam berbisnis. Yakni bermula dengan riset, penyusunan Business Model Canvas (BMC), perencanaan, eksekusi, hingga evaluasi secara berkala.

“BMC itu ibarat sebuah rencana. Jangan sampai kita hanya fokus membakar modal untuk kebutuhan marketing di awal saja tanpa perencanaan yang matang,” tegas Nabilah di hadapan para peserta. Ketajaman Nabilah dalam membaca tren juga teruji saat ia memutuskan untuk melakukan diversifikasi produk.

Awalnya, Nunaa Store hanya fokus pada penjualan kaos. Namun, setelah melihat minat konsumen yang fluktuatif, ia menyadari bahwa setiap produk baru yang terlahir otomatis akan membutuhkan strategi pemasaran yang baru pula.

Keberhasilan Nunaa Store bertahan melewati masa pandemi COVID-19 tak lepas dari landasan bisnisnya yang sejak awal berbasis daring (online). Nabilah menjelaskan bahwa kunci untuk tetap relevan adalah upaya konsisten untuk memahami pelanggan dengan baik (understand customer well).

Meski kini sukses, ia tak menampik adanya tantangan besar saat memulai, terutama dalam manajemen waktu antara kuliah dan bisnis. Ia pun membagikan tiga tantangan utama dalam dunia wirausaha, di antaranya reading demand isn’t guessing, social media algorithm, dan trust needs a system. 

Saat ini, Nabilah sangat mengandalkan analisis data dan pemantauan kompetitor sebagai instrumen terpenting dalam pengambilan keputusan. Untuk menjangkau pasar yang lebih luas, ia menilai bahwa Meta Ads masih menjadi platform iklan yang sangat ampuh dan relevan hingga saat ini. Sebagai tips tambahan, ia membagikan strategi dalam mengelola stok barang yang menumpuk. Salah satu cara efektif untuk memasarkan produk yang kurang laku adalah melalui program giveaway guna meningkatkan keterlibatan konsumen sekaligus menghabiskan stok lama secara produktif.

Penulis: Marissa Farikha Siti Fatimatuzzahra

Editor: Yulia Rohmawati