Universitas Airlangga Official Website

Strategi dan Langkah UNAIR Capai Posisi Terbaik se-Asia Tenggara dalam THE Impact Rankings

Peringkat global UNAIR dalam THE Impact Rankings 2025 (Foto: PKIP UNAIR)
Peringkat global UNAIR dalam THE Impact Rankings 2025 (Foto: PKIP UNAIR)

UNAIR NEWS – Peringkat prestisius dalam Times Higher Education Impact Rankings (THE Impact Rankings) 2025 berhasil Universitas Airlangga (UNAIR) dapatkan. Saat ini UNAIR mencatatkan diri sebagai peringkat ke-9 dunia sekaligus menjadi peringkat teratas di Asia Tenggara. Pencapaian ini bukan sesuatu yang instan, melainkan bentuk konsistensi dan sinergi seluruh civitas academica. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Rektor bidang Internasionalisasi, Digitalisasi, dan Informasi (IDI), Prof Muhammad Miftahussurur, dr MKes SpPD-KGEH PhD FINASIM. 

“Tentang THE Impact, UNAIR telah melakukan berbagai hal, nggak instan. Ini adalah sebuah konsistensi, sinergi, dan keberanian seluruh civitas academica untuk menempatkan universitas kita pada aspek keberlanjutan, inklusivitas, dan pengabdian sebagai inti dari kebijakan dan program kampus,” jelas Prof Miftah. 

Prof Miftah menjelaskan langkah konkret yang telah UNAIR lakukan sehingga berhasil menempatkannya pada posisi ke-9 dunia pada THE Impact Rankings 2025. “Kita melakukan penguatan tata kelola berbasis SDGs. Jadi bagaimana kita me-report, monitoring, penetapan indikator, penyusunan laporan, dan penyusunan berbagai panduan pengabdian masyarakat berbasis SDGs,” ucapnya. 

Integrasi tri dharma perguruan tinggi berbasis SDGs serta pemberlakuan kebijakan yang mendukung SDGs juga menjadi strategi UNAIR. THE Impact Rankings memiliki empat pilar utama yang menjadi indikator penilaian, yaitu penelitian, tata kelola, pengabdian masyarakat, dan pengajaran. Pencapaian yang UNAIR dapatkan mencerminkan dampak strategis dari kontribusi universitas terhadap pembangunan berkelanjutan berdasarkan empat pilar tersebut. 

Dalam THE Impact Rankings 2025 ini, UNAIR unjuk diri sebagai peringkat pertama dunia dalam SDGs ke-6, Clean Water and Sanitation. Peringkat ini UNAIR dapatkan melalui program nyata dalam merehabilitasi Sungai Brantas yang bekerja sama dengan TU Delft dan Ecoton. Selain itu, UNAIR juga menerapkan pengelolaan sistem air limbah yang tersebar di delapan titik kampus. Program yang dilakukan oleh alumni dalam membangun sumur bor di Desa Purnama, Kabupaten Bondowoso turut menambah kontribusi UNAIR dalam SDGs ke-6 ini. 

Pencapaian penting lain meliputi peringkat ke-3 dunia dalam SDGs poin pertama, No Poverty, peringkat ke-4 pada SDGs ke-5, Gender Equality, dan peringkat ke-29 pada SDGs ke-17, Partnership for the Goals. Hal ini menunjukkan bahwa SDGs terimplementasi secara nyata dengan berbagai hal. Termasuk kebijakan yang inklusif, dengan kolaborasi yang kuat, serta program tridharma yang berorientasi pada keberlanjutan. 

Sebagai kampus terbaik se-Asia Tenggara dalam THE Impact Rankings, Prof Miftah berharap UNAIR dapat menjadi panutan dalam aksi nyata pembangunan berkelanjutan. “Seluruh civitas academica harus semakin aktif mengambil peran dalam menciptakan solusi pada berbagai isu global melalui kontribusi lokal yang berdampak. Dengan semangat kolaboratif, kita akan memperluas jejaring, memperluas inovasi, dan memastikan bahwa keberlanjutan menjadi bagian dari identitas dan budaya kampus UNAIR,” pungkasnya.

Penulis: Khumairok Nurisofwatin

Editor: Yulia Rohmawati