Universitas Airlangga Official Website

Studi Daya Simpan Syrup Mangrove-Rosella

Indonesia memiliki potensi maritim dan kelautan yang sangat besar. Sebagai negara pesisir, Indonesia memiliki potensi sumber daya alam hayati, non-hayati, dan sumber daya buatan, serta jasa-jasa lingkungan yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Wilayah pesisir terdiri dari beberapa ekosistem, yaitu terumbu karang, pantai, pasir, muara sungai, dan lamun. Ekosistem yang paling utama adalah hutan bakau yang bisa disebut dengan hutan mangrove.

Dari sisi ekonomi, hutan mangrove menghasilkan beberapa jenis kayu yang berkualitas baik, dan juga produk non kayu atau biasa disebut dengan hasil hutan bukan kayu (HHBK), berupa arang kayu, tanin, pewarna dan kosmetik, serta bahan makanan dan minuman. Pemanfaatan buah mangrove sebagai bahan makanan dan minuman merupakan salah satu bentuk diversifikasi produk pangan. Salah satu diversifikasi produk olahan buah mangrove adalah sirup. Umumnya, dalam pembuatan sirup menggunakan jenis buah mangrove pedada (Soneratia caseolaris). Produk sirup mangrove rosella yang dijual kepada masyarakat harus memiliki informasi penyimpanan produk saran penyimpanan produk. Saran informasi mengenai keamanan konsumsi khususnya penyimpanan produk perlu dilakukan agar konsumen mengetahui bagaimana suatu produk dapat dipertahankan kualitasnya selama penyimpanan, selain itu untuk memberikan informasi kepada distributor atau pihak penjual untuk dapat mengatur stok barang, dan dapat membantu dalam quality control produk bagi produsen. Penelitian ini akan sangat berguna bagi konsumen untuk mengetahui batas aman pada setiap suhu penyimpanan sirup rosella mangrove.

Berdasarkan hasil penelitian terhadap penyimpanan sirup rosella mangrove pada setiap perlakuan suhu yang berbeda perlakuan yang berbeda, dapat disimpulkan bahwa sirup rosella mangrove dengan  perlakuan penyimpanan pada suhu 10°C (P1) memiliki nilai antioksidan yang lebih tinggi yaitu 49,73% pada minggu ke-4. Sedangkan penyimpanan pada suhu 25°C (P2) dan 35°C (P3) memiliki nilai kadar antioksidan yang relatif rendah. Penyimpanan pada suhu rendah dapat mempertahankan stabilitas aktivitas antioksidan jauh lebih baik. Penelitian ini juga berhasil melakukan parameter mikrobiologi setelah pengawetan. Semakin tinggi suhu penyimpanan sirup rosella mangrove, maka pertumbuhan pertumbuhan mikroorganisme juga akan meningkat. Penyimpanan pada suhu 35°C (P3) memiliki pertumbuhan mikroorganisme yang signifikan setiap minggu. Hal ini disebabkan karena suhu 35°C merupakan suhu optimal untuk pertumbuhan bakteri.

Penulis: Dr. Eng. Sapto Andriyono

Tulisan lengkap pada link: https://iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/1273/1/012029

Sitasi : Berliana, Q. S., Pujiastuti, D. Y., & Andriyono, S. (2023, December). Study of antioxidant activity and microbiological parameters on rosella mangrove syrup preservation. In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science (Vol. 1273, No. 1, p. 012029). IOP Publishing.