Universitas Airlangga Official Website

Studi Global Ungkap Malnutrisi Masif pada ODHA

ilustrasi HIV-AIDS (sumber:siloam hospitals)

Malnutrisi pada orang dengan HIV/AIDS (ODHA) kini menjadi perhatian global setelah hasil riset terbaru yang dipimpin oleh Professor Dr. Tintin Sukartini dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mengungkap prevalensi yang signifikan dan meluas di berbagai negara. Penelitian berjudul “A Meta-Analysis of Prevalence and Moderating Factors of Malnutrition Among People Living With HIV Across Countries” ini dipublikasikan dalam Journal of the Association of Nurses in AIDS Care dan mencakup data dari 103 studi dengan lebih dari 240.000 peserta. Hasil analisis menyatakan bahwa 16,6% ODHA di seluruh dunia mengalami malnutrisi, dengan prevalensi tertinggi ditemukan di kawasan Asia Tenggara (31,1%) dan di kalangan individu berpendidikan dasar (37,7%).

Penelitian ini juga menyoroti faktor-faktor signifikan yang memengaruhi tingkat malnutrisi, termasuk konsumsi alkohol, kebiasaan merokok, infeksi hepatitis, dan tuberkulosis. Bahkan, individu yang telah menjalani terapi antiretroviral (ART) lebih dari satu tahun menunjukkan prevalensi malnutrisi yang sangat tinggi sebesar 51,7%, menandakan kemungkinan komplikasi jangka panjang akibat terapi maupun kondisi klinis lanjutan. Selain itu, mereka yang berada pada tahap lanjut infeksi HIV menurut WHO menunjukkan peningkatan risiko malnutrisi yang tajam. Studi ini menegaskan pentingnya penilaian status gizi secara berkala dan intervensi multidimensi, terutama di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang menghadapi beban ganda penyakit dan kemiskinan.

Dalam wawancaranya, Prof. Tintin Sukartini menjelaskan bahwa HIV dan malnutrisi membentuk lingkaran setan yang saling memperburuk satu sama lain. “HIV melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan kebutuhan energi dan menyebabkan penurunan berat badan, sedangkan malnutrisi juga memperparah penurunan fungsi imun dan efektivitas pengobatan,” ungkapnya. Ia juga menekankan peran vital perawat dalam melakukan skrining nutrisi sejak dini, memberikan konseling, serta merancang rencana perawatan yang responsif dan kolaboratif. Penelitian ini memperlihatkan urgensi bagi sistem kesehatan global untuk mengintegrasikan layanan gizi ke dalam program HIV, guna memperbaiki kualitas hidup ODHA secara menyeluruh. Penelitian ini merupakan kolaborasi multidisiplin internasional yang melibatkan akademisi dari Indonesia, Taiwan, Malawi, dan kawasan Asia-Pasifik lainnya. Selain Profesor Sukartini, penulis lainnya meliputi Hidayat Arifin, Arina Qona’ah, Herdina Mariyanti, Christina Yeni Kustanti, Kuei-Ru Chou, Trihaningsih Puji Astuti, Dluha Mafula, Muhammad Fikri Alfaruq, Alfiani Rahmi Putri, dan Kondwani Joseph Banda. Penelitian ini memperkaya literatur global tentang HIV dan nutrisi serta membuka peluang kebijakan berbasis bukti untuk intervensi gizi dalam penanganan HIV/AIDS.

Penulis: Prof. Dr. Tintin Sukartini, S.Kp., M.Kes.

Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui publikasi resmi di Journal of the Association of Nurses in AIDS Care dengan DOI: 10.1097/JNC.0000000000000547.