Sintesis dan karakterisasi tiga senyawa turunan 2-styrylchromone telah dilakukan melalui kondensasi aldol antara 2-metilkromon dan berbagai sinamaldehida dengan variasi substituen pada cincin benzena, yaitu adanya substituen bromo, metoksi atau tanpa substituen. Ketiga senyawa tersebut masing-masing diberi nama MT-1, MT-2 dan MT-3 dengan struktur seperti tertera pada gambar brikut.
Selanjutnya dilakukan studi farmakokinetik yang memberikan beberapa informasi mengenai drug-likeness, bioavailability, dan ADMET (absorption, distribution, metabolism, excretion, and toxicity) tiga turunan 2-styrylchromone tersebut. Pendekatan berbasis struktur dilakukan untuk mempelajari potensi ketiga turunan 2-styrylchromone sebagai penghambat protein kinesin Eg5. Aktivitas kinesin Eg5 ditemukan dalam regulasi fase mitosis pada sel kanker, sehingga merupakan target potensial yang menjanjikan dalam terapi kanker.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari aspek termodinamika MT-2 dan MT-3 mempunyai potensi yang menjanjikan sebagai inhibitor protein kinesin Eg5. Prediksi efisiensi penghambatan kinesin Eg5 menunjukkan bahwa senyawa MT-2 dan MT-3 mempunyai potensi yang menjanjikan karena mempunyai ΔGbind yang lebih kuat dibandingkan ΔGbind kontrol (doxorubicin). Di samping itu, terdapat 12 residu asam amino (E100, R103, S104, P105, W111, I120, P121, Y195, L198, E199, A202, dan A203), yang bertanggung jawab dalam interaksi dengan inhibitor. Secara keseluruhan, hasil yang diperoleh menunjukkan bagaimana turunan 2-styrylchromone dapat dipertimbangkan sebagai inhibitor terhadap kinesin Eg5 pada tingkat molekuler.
Penulis : Prof. Dr. Alfinda Novi Kristanti, DEA





