Apigenin (1) dan 3I,8II-biapigenin (2), suatu dimer apigenin, diisolasi dari Hypericum helianthemoides (Spach) Boiss. (keluarga Hypericaceae). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek penghambatan in vitro flavonoid 1 dan 2 terhadap Leishmania major pteridine reductase-1 (LmPTR1), suatu enzim penting untuk pertumbuhan parasit Leishmania dan protozoa trypanosomatid lainnya.
Tujuan kedua adalah untuk memahami interaksi pengikatan dan sifat struktural penghambatan LmPTR1 pada tingkat atom melalui analisis in silico yang ekstensif dan studi Saturation-Transfer Difference (STD)-NMR. Hasil anti-LmPTR1 menunjukkan bahwa bentuk dimerik (2) aktif (IC50 34,65 lM), sedangkan bentuk monomerik (1) tidak aktif. Analisis komputasional menghasilkan skor grid sebesar -52,14 kkal/mol dan skor pengikatan energi bebas sebesar -38,23 kkal/mol.
Kompleks ligan-reseptor yang stabil pada situs pengikatan LmPTR1 diamati untuk 2. Selain itu, beberapa residu pengikatan penting dalam triad katalitik (Y194 dan K198) dan loop substrat (L226, S227, S229, V230, dan M233) berinteraksi dengan 2. Hasil STD-NMR menguatkan simulasi komputasional, yang menunjukkan bahwa H-6I dan H-6II dari sistem cincin terkonjugasi pada struktur biapigenin menunjukkan interaksi tertinggi dengan situs aktif LmPTR1.
Hasil uji MTT untuk 2 terhadap sel fibroblas normal manusia (sel BJ) tidak menunjukkan sitotoksisitas pada konsentrasi 50 dan 100 lM. Secara keseluruhan, 3I,8II-biapigenin (2) menunjukkan potensi sebagai kandidat untuk studi in vivo dan pengembangan obat anti-leishmanial. Evaluasi lebih lanjut terhadap aktivitas anti-leishmanial dan anti-LmPTR1 dari bioflavonoid 2, beserta analognya, diperlukan.
Penulis : Prof. Dr. Nanik Siti Aminah, M.Si.
Jurnal dapat diakses pada : https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/40025779/





