Plastik adalah polimer rantai karbon panjang yang banyak digunakan karena sifatnya yang murah, tahan air, kuat, dan mudah dibuat. Setiap tahun industri plastik berkembang yang menghasilkan sekitar 367 juta metrik ton produksi plastik global pada 2020. Volume produksi plastik yang besar, penggunaan berlebih, dan pembuangan limbah tidak terkontrol, menyebabkan penumpukan sampah plastik di seluruh dunia dan dianggap sebagai penyebab masalah lingkungan yang serius. Volume besar sampah plastik yang masuk ke lingkungan ini berasal dari berbagai sumber terutama dari limbah kehidupan sehari-hari, limbah rumah tangga, kegiatan industri. Secara keseluruhan, hampir 60% produk plastik diangkut dan dibuang ke lingkungan atau ditimbun tanpa pengolahan limbah yang tepat dan plastik akan bertahan di dunia selama berabad-abad. Mikroplastik menjadi perhatian khusus, terkait dengan lingkungan serta potensinya untuk menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan manusia. Selain itu, sampah plastik bisa menjadi pembawa berbagai organisme berbahaya di seluruh dunia. Selain itu, diperkirakan juga bahwa lingkungan dunia (darat, air tawar, laut, udara) akan dipenuhi oleh 13,2 miliar sampah plastik pada tahun 2050 tanpa perbaikan yang efektif dari sistem pengolahan sampah saat ini.
Mikroplastik adalah potongan kecil plastik dengan ukuran kurang dari lima milimeter dan dalam berbagai bentuk seperti butiran plastik praproduksi, partikel atau komponen yang berasal dari berbagai produk seperti peralatan elektronik, botol, suku cadang ban kendaraan, cat, tekstil sintetis, produk perawatan pribadi, dan berbagai produk lain. Selain itu, mikroplastik dapat menyerap polutan organik, logam berat dan dikenal sebagai pembawa kontaminan organik ke lingkungan darat, laut, dan air tawar. Mikroplastik ada di seluruh dunia dan terakumulasi pada ekosistem darat dan laut pada tingkat yang mengkhawatirkan karena bertahan lama di lingkungan. Makanan manusia dapat terkontaminasi oleh partikel plastik baik melalui paparan langsung ke lingkungan atau secara tidak langsung melalui transfer mikroplastik dalam ekosistem. Mikroplastik membawa kontaminan berbahaya bagi kesehatan melalui makanan ke pengguna sehingg mempengaruhi seluruh ekosistem. Mikroplastik dengan mudah masuk ke rantai makanan manusia karena organisme laut dan darat menelan mikroplastik. Hingga saat ini ditemukan beberapa makanan dengan kontaminasi mikroplastik yang tinggi seperti berbagai jenis ikan, kerang dan krustasea, ikan dalam kaleng, gula, garam, madu, susu, air minum, bir, sayuran dan buah-buahan, nasi, daging, serta produk pangan lainnya.
Paparan mikroplastik pada manusia disebabkan oleh makanan baik yang berasal dari hewan maupun tumbuhan, bahan tambahan makanan, minuman, dan plastik kemasan makanan. Mikroplastik dapat mempengaruhi kesehatan manusia dengan merusak jaringan dan mungkin membawa bahan kimia dan mikroorganisme beracun lainnya. Organisme hidup dapat mengakumulasi mikroplastik dalam sel dan jaringan yang mengakibatkan ancaman efek biologis kronis dan potensi bahaya kesehatan bagi manusia termasuk gangguan pencernaan, merusak sistem kekebalan tubuh, gangguan pernapasan, kanker, kemandulan atau toksisitas reproduksi, gangguan mental atau neurotoksisitas, dan perubahan dalam kromosom. Karena ancaman mikroplastik terhadap kesehatan manusia, sangat penting untuk memastikan keamanan pangan serta mengontrol penggunaan plastik dengan pengaturan ketat terkait pengelolaan yang tepat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan memberikan ide penelitian untuk masa depan tentang komponen inti mikroplastik, fragmentasinya, dan masa pakai akhir di lingkungan; paparan terhadap makanan manusia, pencegahan rantai makanan manusia, dan reaksi biologis dalam tubuh manusia, serta saran untuk arah prioritas studi di masa depan. Penting untuk mempelajari mekanisme toksisitas pada tubuh manusia berdasarkan jenis, bentuk, dan ukuran partikel plastik yang berbeda.
Penulis: Tofan Agung Eka Prasetya, S.Kep., M.KKK.
Sumber: Mamun, A.A., Prasetya, T.A.E., Dewi, I.R. and Ahmad, M. (2022). Microplastics in human food chains: Food becoming a threat to health safety. Science of The Total Environment, 858(1), Article 159834. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2022.159834





