Dalam sambutannya, Prof. Fedik mengatakan bahwa atas nama universitas pihaknya dan UNAIR merasa kehilangan seorang guru besar yang sangat aktif dan besar pengabdiannya.
Sejauh ini, Prof Arsiniati hampir tidak pernah memperlihatkan atau mengeluh tentang kondisi kesehatannya. Bahkan, ketika Prof Sri menjenguknya, Prof Arsiniati berpesan untuk tidak mengabarkan kondisinya kepada orang lain.
Tidak hanya keluarga, kepergian Prof. Kardjito juga meninggalkan duka yang mendalam bagi para sejawat dokter, khususnya sejawat dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FK UNAIR.
pada 7 November 2017 lalu, FK UNAIR kembali berduka atas meninggalnya Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam FK UNAIR Prof. Rachmat Juwono, dr.,Sp.PD., K-PTI.
Fakultas Sastra atau yang pada tahun 2008 berganti nama menjadi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga, kehilangan salah satu putra terbaiknya. Ialah Dra. Siti Parwati Soemarto D, M.Ed, pencetus berdirinya Fakultas Satra UNAIR pada tahun 1998. Siti Parwati wafat dalam usia 81 tahun.