UNAIR NEWS – Diabetes menjadi momok mengerikan bagi kesehatan, namun kesadaran terkait pentingnya mengatur kadar gula (glukosa) darah di masyarakat masih belum optimal. Karena itu mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) melalui program KKN Belajar Bersama Komunitas (BBK) melaksanakan sosialisasi kesehatan dan pemeriksaan kadar glukosa darah menggunakan metode Point of Care Testing (POCT) bagi lansia.
Kegiatan itu berlangsung pada Selasa, (20/1/2026) di Desa Waruwetan, Kecamatan Pucuk, Kabupaten Lamongan. Menurut perwakilan tim BBK Waruwetan, Alkhaizaran Syafiatuddin, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran serta pentingnya deteksi dini diabetes melitus khususnya pada lansia.
“Program kerja ini dirancang untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus pemeriksaan sederhana yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai diabetes melitus, meliputi pengertian penyakit, faktor risiko, gejala yang sering muncul pada lansia, serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat,” ungkapnya.
Pemeriksaan POCT
Dalam kegiatan itu juga dilakukan kadar glukosa darah menggunakan alat POCT yang praktis, cepat, dan aman. Pemeriksaan dilakukan oleh mahasiswa KKN BBK 7 UNAIR dengan pendampingan tenaga medis, perangkat desa serta kader kesehatan setempat.
“Melalui pemeriksaan ini, lansia dapat memperoleh informasi dasar terkait kesehatan serta kadar glukosa pada tubuh. Selain itu kami juga menyediakan sesi konsultasi langsung dengan tenaga medis terkait keluhan serta kondisi kesehatan dari peserta. Sehingga dapat memberikan informasi kesehatan personal yang lebih akurat,” terangnya.
Keberdampakan program kerja tersebut terlihat dari antusiasme lansia dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. Program itu turut membantu masyarakat desa dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular sejak dini.
“Kedepannya semoga kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan peserta yang lebih luas. Sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan tenaga kesehatan diharapkan dapat terus terjalin guna mendukung peningkatan kualitas hidup lansia dan pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di tingkat desa,” pungkasnya.
Penulis: Rifki Sunarsis Ari Adi
Editor: Khefti Al Mawalia





