UNAIR NEWS – Perkembangan dunia bisnis menuntut akuntansi berperan lebih besar dalam menjamin transparansi dan keberlanjutan. Menanggapi isu tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (UNAIR) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Airlangga Accounting Competition (ACC) secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu (7/9/2025).
Webinar nasional yang menjadi bagian dari ACC ini mengusung tema Greenwashing dalam Dunia Akuntansi: Mengungkap Fakta, Membangun Transparansi. Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi UNAIR, Kevin Eka Saputra menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi nasional, tetapi juga ruang diskusi bersama.
“Webinar ini dapat menjadi ruang diskusi terkait praktik greenwashing. Hal ini harus kita pahami secara kritis agar akuntansi dan laporan keuangan benar-benar menjadi instrumen transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan,” tegasnya.
Pentingnya ESG
Fajar Kristanto Gautama Putra SA MA, selaku pemateri, menjelaskan pentingnya pemahaman Environmental Social Governance (ESG). Konsep ini menjadi standar bisnis berkelanjutan yang tidak hanya berfokus pada aspek lingkungan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab sosial dan tata kelola perusahaan.
“ESG mengacu pada konsep bisnis berkelanjutan yang dianggap hijau atau berdampak pada lingkungan serta memisahkan lingkungan sosial dan tata kelola.”
Menurutnya, semakin maraknya penerapan ESG dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari mandat pemerintah, preferensi masyarakat terhadap produk berkelanjutan, hingga meningkatnya isu pemanasan global. “Beberapa faktor tersebut masih terjadi hingga saat ini dan perlu kita perhatikan lebih lanjut,” lanjut Fajar.
Greenwashing
Meski semakin populer, penerapan ESG di banyak perusahaan masih menghadapi kendala. Data menunjukkan sebagian besar perusahaan besar belum memiliki komite keberlanjutan yang memadai. Kondisi ini kerap melahirkan praktik greenwashing, yaitu manipulasi agar bisnis tampak ramah lingkungan dan berkelanjutan, padahal kenyataannya tidak.
“Ibaratnya kalian diminta mengerjakan soal matematika yang sulit tanpa diberi materi terlebih dahulu. Apa yang mungkin kita lakukan? Memanipulasi jawaban. Begitulah konsep sederhana dari greenwashing,” jelas Fajar.
Ia menambahkan, praktik greenwashing pada dasarnya merusak lingkungan dan mencederai aspek sosial, tetapi kemudian dibungkus dengan label keberlanjutan sehingga dapat diterima publik dan menguntungkan perusahaan.
Melalui webinar ini, peserta diajak memahami peran penting akuntan dalam mencegah praktik greenwashing. Akuntan diharapkan mampu menjaga integritas laporan keuangan sekaligus memastikan prinsip keberlanjutan benar-benar diterapkan.
Penulis: Putri Andini
Editor: Khefti Al Mawalia





