UNAIR NEWS – Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jatim I menggelar Seminar SAGAVET 2025 di Swiss-Belinn Hotel Surabaya pada Sabtu (27/9/2025). Acara tersebut menghadirkan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Drh Agung Suganda M Si sebagai keynote speaker.
Tantangan Peternakan Global
Dalam sesi pemaparannya, Agung Suganda menegaskan bahwa sektor peternakan dan kesehatan hewan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia menyebut pertumbuhan jumlah penduduk mendorong peningkatan kebutuhan protein hewani sekaligus menuntut sistem produksi yang lebih efisien.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan global, seperti perubahan iklim, penyakit lintas batas, dan persaingan pasar internasional. “Kita tentu harus mengikuti tren strategis yang berkembang. Indonesia harus jeli membaca dinamika global agar tidak tertinggal,” ujarnya.
Inovasi dan Peluang
Lebih jauh, Agung Suganda menjelaskan bahwa pemerintah telah mengambil berbagai langkah inovatif untuk memperkuat sektor peternakan, antara lain program vaksinasi massal, penguatan laboratorium, serta digitalisasi melalui e-SIKHNAS. Menurutnya, langkah-langkah ini merupakan terobosan penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan hewan sekaligus memastikan ketersediaan pangan yang aman dan berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mandiri dalam memenuhi kebutuhan protein hewani. “Program swasembada pangan serta pengendalian impor menjadi strategi utama dalam menjaga stabilitas pasar dan mendorong pengembangan komoditas unggulan,” ujarnya.
Masa Depan Berkelanjutan
Agung juga menekankan pentingnya stabilitas harga sebagai penopang keberlanjutan sektor peternakan. Menurutnya, harga yang wajar akan melindungi peternak dari kerugian sekaligus membantu konsumen. Ia juga mengingatkan bahwa inflasi yang tidak terkendali dapat membuka celah masuknya produk impor yang melemahkan daya saing peternakan lokal.
Ia menilai kolaborasi antar pemangku kepentingan sangat penting untuk menghadapi tantangan tersebut. “Tanpa adanya kolaborasi, upaya untuk menciptakan ketersediaan protein hewani tidak akan tercapai,” ujarnya. Selain itu, kebijakan yang berpihak pada keberlanjutan dan pemanfaatan teknologi modern harus segera dilakukan guna mewujudkan masa depan peternakan yang sehat dan berkelanjutan.
Penulis: Era Fazira
Editor: Khefti Al Mawalia





