Universitas Airlangga Official Website

Teknik Baru Induksi Massal pada Pemijahan Spesies Ikan Kecil

Foto by Alamtani

Dalam tulisan ini, dijelaskan tentang sebuah teknik baru yang digunakan untuk menginduksi reproduksi secara massal pada spesies ikan kecil. Teknik ini disebut “hormone immersion” atau perendaman hormon. Biasanya, induksi reproduksi pada ikan dilakukan dengan menggunakan hormon sintetis yang mengandung hormon analog sGnRH-a (salmon gonadotropin hormone-analog) dan domperidone seperti Ovaprimâ„¢. Namun, teknik ini lebih sering digunakan untuk ikan besar yang memiliki nilai ekonomis tinggi.

Penelitian mengenai induksi reproduksi pada ikan kecil masih terbatas, padahal spesies ikan kecil juga memiliki nilai ekonomis sebagai ikan konsumsi maupun ikan hias. Selain itu, beberapa spesies ikan kecil juga terancam punah akibat eksploitasi berlebihan dan kerusakan habitat mereka. Beberapa teknik yang umum digunakan untuk induksi reproduksi ikan melalui aplikasi hormon adalah melalui injeksi, pemasangan implan, dan aplikasi topikal pada insang.

Namun, teknik injeksi dan aplikasi topikal pada insang memiliki beberapa kendala, terutama pada ikan kecil. Oleh karena itu, perendaman hormon menjadi metode potensial untuk induksi reproduksi massal pada ikan kecil. Metode perendaman hormon telah banyak digunakan dalam aplikasi hormon pertumbuhan, hormon thyroxine, dan aplikasi pembalikan jenis kelamin pada ikan. Meskipun mekanisme persis penyerapan hormon pada ikan masih belum jelas, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa hormon gonadotropin-releasing hormone (GnRH) pada ikan mas emas (goldfish) dapat dengan cepat terdeteksi dalam plasma setelah diaplikasikan pada insang.

Dikarenakan kurangnya rangsangan lingkungan yang ditemukan di habitat alaminya, tidak semua spesies ikan kecil dapat bereproduksi secara alami dalam kondisi penangkaran. Ikan wader pari (Rasbora argyrotaenia) digunakan sebagai organisme model dalam penelitian ini, yang merupakan penelitian pertama yang berhasil menggunakan teknik perendaman hormon (imersi) untuk menginduksi reproduksi secara massal pada spesies ikan kecil. Tujuannya adalah untuk menentukan dosis hormon yang optimal untuk induksi reproduksi pada ikan kecil dengan menggunakan metode perendaman hormon. Dalam penelitian ini, induksi reproduksi betina dilakukan dengan menggunakan Ovaprimâ„¢, sedangkan induksi spermiasi pada jantan dilakukan dengan menggunakan Ovagoldâ„¢. Berbagai parameter reproduksi seperti waktu latensi, jumlah telur yang diproduksi, tingkat pembuahan, tingkat penetasan telur, dan tingkat kelangsungan hidup larva diamati dan dianalisis.

Empat dosis hormon (0,0 mL/L, 0,7 mL/L, 1,4 mL/L, dan 2,1 mL/L) dievaluasi pada total 24 betina dan 40 jantan. Menurut temuan eksperimental dari induk betina, dosis Ovaprim™ sebesar 1,4 mL/L menunjukkan hasil terbaik pada periode laten (8,67 jam) dengan jumlah total telur (6994 telur) dan tingkat pembuahan (99,22%). Selain itu, tingkat penetasan dan tingkat kelangsungan hidup larva juga meningkat. Volume milt dan konsentrasi sperma juga mengalami peningkatan menjadi 4,25 μL/g bw dan 42,71 106 sel/μL masing-masing pada konsentrasi hormon 2,1 mL/L. Hasil atau respons terbaik diperoleh melalui perlakuan perendaman menggunakan dosis Ovaprim™ sebesar 1,4 mL/L pada betina dan konsentrasi Ovagold™ sebesar 2,1 mL/L pada jantan. Dengan menggunakan teknik perendaman hormon, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi reproduksi ikan kecil secara massal, baik untuk tujuan komersial maupun tujuan konservasi.

Penulis: Darmawan Setia Budi

Link jurnal: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0378432023000945

Jurnal: Budi, D. S., Puspitasari, S., Febrianti, R. P. N., Bodur, T., & Mukti, A. T. (2023). A novel technique for mass induction of propagation in small fish species: hormone immersion. Animal Reproduction Science, 107280.