Universitas Airlangga Official Website

Teknik Pembuatan Gigi Tiruan Sebagian Lepasan Resin Akrilik Yang Estetik pada Kasus Gigitan Terbalik Anterior

Foto by Orami

Seseorang   yang   kehilangan   giginya   tentu   akan  merasa  kurang  nyaman  karena  mengurangi  estetika  wajah,  mengganggu  saat  berbicara,  dan  juga  mengalami  kesulitan  saat  mengunyah.  Gigi  Tiruan  Sebagian Lepasan (GTSL) merupakan salah satu jenis gigi tiruan yang diindikasikan pada pasien yang kehilangan sebagian gigi aslinya, sehingga permintaan untuk jenis perawatan  gigi  ini  terus  meningkat.  Gigi  tiruan  harus  dirancang  dengan  tepat  sesuai  kebutuhan  fisiologis  dan dapat bermanfaat bagi pasien dalam jangka waktu yang lama. Sejak tahun  1940  sampai  kini,  gigi  tiruan  resin  akrilik  masih  dijadikan  sebagai  bahan  basis  gigi  tiruan  yang  masih  banyak  dipilih  karena  estetikanya  yang  sangat  baik.  Proses  pembuatannya  mudah  dan  dapat  dilakukan  reparasi sehingga menjadi lebih ekonomis. Bahan dasar gigi  tiruan  resin  akrilik  yang  biasa  digunakan  adalah  poly(methyl metacrylate).

Salah satu tahap sangat penting pada pembuatan gigi tiruan lepasan yaitu penyusunan anasir gigi. Pada tahap  penyusunan  anasir  gigi  anterior  yang  harus  diperhatikan yaitu menempatkan anasir gigi pada posisi semula  dengan  memperhatikan  bentuk,  warna,  dan  ukuran anasir gigi sehingga dapat tercapai dua tujuan yaitu  mengembalikan  fungsi  bicara  dan  juga  estetik  .  Setiap  gigi  tiruan  sebagian  lepasan  harus didukung gigi asli seperti pad klasifikasi menurut Kennedy  class  III  dan  IV  atau  didukung  mukosa  yaitu  pada  Kennedyclass  I  dan  II.  Gigi  yang  sering  dipilih  untuk dukungan adalah gigi molar, gigi premolar, dan gigi  berakar  panjang  yaitu  gigi  caninus.  Dukungan  diperoleh  dari  perpanjangan  gigi  tiruan  (rest)  yang  akan  melibatkan  permukaan  gigi  penyangga  yang  telah  disiapkan  sedemikian  rupa,  sehingga  gaya  yang  diberikan  oleh  gigi  tiruan  akan  diarahkan  sepanjang  sumbu gigi penyangga.

Penyusunan anasir  gigi  dimulai  dari  gigi  insisif pertama  kiri  dan  kanan  terlebih  dahulu,  kemudian  dilanjutkan gigi insisif kedua kanan rahang atas dengan menyesuaikan  gigi  rahang  bawahnya.  Penyusunan  anasir gigi dilakukan dan diupayakan seperti menyusun gigi  pada  oklusi  yang  normal  agar  didapatkan  oklusi  yang harmonis antara rahang atas dan rahang bawah. Penyusunan anasir  gigi  anterior  pada  posisi  sentriktetap  disusun  seperti  penyusunan  gigi  normal  secara  konvensional. Cara untuk mendapatkan susunan gigi yang normal pada kasus ini yaitu anasir gigi 11, 12, 21 posisi bagian insisal  lebih  dimajukan  ke  arah  labial  agar  oklusinya  dengan  gigi  antagonisnya  menjadi  gigitan  tonjol  (edge-to-edge)  ringan  dengan  tetap  menyesuaikan  dengan  gigi  mesial dan distal. 

Penyusunan  gigi  pada  pembuatan  gigi  tiruan  lepasan  dengan  kasus  gigitan  silang anterior memang  dapat  dimodifikasi  sampai  terjadi oklusi gigitan tonjol karena untuk mendapatkan  dukungan  dan  estetik  yang  diinginkan  sebaiknya  penyusunan  gigi  tiruan  harus  mengikuti  lengkung  labial  pada  gigi  yang  masih  ada. Terdapat   dua   pertimbangan   utama   untuk   keberhasilan  perawatan  gigi  estetik,  yaitu  titik  akhir  perawatan gigi yang estetik dan penilaian hasil estetik. Mengetahui keberhasilan tersebut didapatkan  melalui kesepakatan akhir yang diinginkan melalui wawancara medis  dengan  pasien  juga  perbaikan  berkelanjutan  dan pengembangan penilaian estetika yang diperlukan untuk  meningkatkan  perawatan  gigi  yang  estetik.

Teknik  pembuatan  gigi  tiruan  sebagian  lepasan  yang estetik pada kasus gigitan terbalik anterior pada prinsipnya hampir sama dengan pembuatan gigi tiruan lepasan biasanya. Tetapi terdapat tahap yang mendapat perhatian khusus yaitu pada penyusunan anasir giginya, karena berbeda  dengan penyusunan anasir gigi  yang normal. Anasir gigi disusun dengan posisi gigitan tonjol (edge-to-edge)  dengan  antagonisnya  agar  didapatkan  oklusi  yang  harmonis  dengan  tetap  memperhatikan  lengkung labial gigi mesial dan distal.

Penulis: Okti Setyowati

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di:

https://e-journal.unair.ac.id/JVHS/article/view/24436/22730

Okti Setyowati, Endang Kusdarjanti, Sujati, Eny Inayati,  Sri Wahyuni, Mia Laksmi LR, Nevy Istibasyarotul Pratiwi. 2022. THE TECHNIQUE FOR MAKING AESTHETIC ACRYLIC RESIN REMOVABLE PARTIAL DENTURES IN AN ANTERIOR CROSS BITE CASE.    Journal of Vocational Health Studies 06(02);2022: 78-84