Hipertensi adalah salah satu pembunuh terbesar manusia. Kerapkali diistilahkan dengan silent killer, gejala hipertensi seringkali tidak dirasakan oleh pasien dan akibatnya berujung pada kematian. Pengobatan hipertensi saat ini masih menuntut pasien untuk patuh dalam mengunakan obat. Ketidakpatuhan tidak hanya mengakibatkan kegagalan terapi tetapi juga komplikasi dalam jangka panjang. Sayangnya, sekitar 50% pasien kronis termasuk hipertensi memiliki kepatuhan yang sangat rendah.
Beragam strategi untuk meningkatkan kepatuhan termasuk diantaranya adalah perubahan perilaku, peningkatan pendidikan / peengetahuan dan perbaikan operasional manajemen penyakit telah dicoba. Sayangnya kesemuanya masih dilakukan secara konvensional dengan kurang memperhatikan perkembangan teknologi digital. Salah satu teknologi yang dimaksud adalah pemanfaatan aplikasi mobile Health (mHealth).
Penggunaan mHealth telah menjadi suatu keniscyaan. Dengan tingkat penetrasi internet telah mencapai 90% lebih populasi Indonesia ditambah lagi kebiasaan masyarakat yang kerap mencari informasi di internet menyebabkan aplikasi semacam mHealth mungkin menjadi solusi bagi ketidakpatuhan pasien hipertensi. Penggunaan aplikasi mHealth sebenarnya bukan hal yang baru dalam dunia kefarmasian. Sebagai ilustrasi, Haase et al (2017) telah mengidentifikasi 30 macam aplikasi untuk meningkatkan kepatuhan di tahun 2017. Hal ini membuktikan mHealth sudah menjadi bagian budaya masyarakat.
Peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga kemudian melakukan telaah sistematis (systematic review) terhadap artikel Ilmiah yang diterbitkan di beberapa database global. Telaah ini bertujuan untuk mengidentifikasi aplikasi mHealth yang memberikan dampak pada perbaikan kondisi pasien dilihat dari nilai tekanan darah dan kepatuhan minum obat.
Terdapat 24 artikel yang diperoleh dan diperiksa secara sistematis dari sistem database. Hasil telaah terhadap 24 artikel tersebut menunjukkan bahwa mHealth sudah lazim dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebanyak 17 artikel menyatakan bahwa teknologi mHealth dapat meningkatkan kepatuhan sekaligus menurunkan tekanan darah. Sisanya yaitu 7 artikel menyatakan bahwa aplikasi mHealth hanya dapat menghasilkan satu luaran saja yaitu antara meningkatkan kepatuhan atau menurunkan tekanan darah. Peneliti kemudian menyimpulkan bahwa penggunaan aplikasi mHealth potensial dalam manajemen pengobatan dan kepatuhan pasien hipertensi.
Penulis: Andi Hermansyah, S.Farm., Apt., M.Sc., Ph.D.
Artikel dapat diakses di: https://pharmacyeducation.fip.org/pharmacyeducation/article/view/2251





