UNAIR NEWS – Kandungan nutrisi pada ikan memang tidak diragukan. Selain kaya kandungan lemak, ikan juga mengandung unsur penting lainnya seperti protein, vitamin, dan mineral. Jika selama ini ikan salmon selalu dielu-elukan sebagai “ikan super” karena sarat nutrisi, lalu bagaimana dengan ikan teri?
Baru-baru ini kandungan nutrisi pada ikan teri membawa benefit tersendiri dalam dunia kedokteran gigi. Dr. Tecky Indriana, drg., Mkes, dalam disertasinya ia membuktikan bahwa kandungan gizi pada ikan teri terbukti dapat meningkatkan proses pembentukan tulang atau osteogenesis. Wisudawan terbaik S-3 Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini berhasil lulus dengan IPK 3.93.
Tecky memulai penelitian berangkat dari permasalahan yang sering ditemuinya di meja praktik. Pada saat mengerjakan pasien ortodonti, sering menemukan bahwa gigi yang sudah ditata dalam lengkungnya secara benar, diakhir perawatan, gigi yang sudah rapi tadi bergeser ke tempat semula atau istilahnya relaps. Ini menjadi masalah buat dokter gigi dan bagi pasien sendiri.
Ia melakukan penelitian memakai model hewan coba yang di beri alat ortodonti untuk menggerakkan giginya dan diberi makanan tambahan ikan teri. Ikan teri yang digunakan dalam bentuk bubuk kering ikan, jadi diproses dari ikan teri segar kemudian dibuat bubuk. Hasilnya ternyata ikan teri dapat meningkatkan proses osteogenesis.
“Penelitian ini belum sampai menyimpulkan dapat mencegah relaps, namun sudah dapat dipastikan bahwa ikan teri bisa menjadi bahan alternatif kalsium yang dapat digunakan, karena dari hasil penelitian ini dapat meningkatkan percepatan proses pembentukan tulang,” jelasnya.
Perempuan kelahiran Banyuwangi 26 Nopember 1968 ini berencana kembali melanjutkan hasil penelitian ini. “Karena apa yang saya teliti ini masih sangat awal. Selain itu supaya bisa lebih banyak mengungkap misteri si kecil imut teri yang selama ini diremehkan orang sebagai makanan orang pinggiran,” kata ibu dari Beryl Alovan Ragasso ini. (*)
Penulis: Sefya Hayu Istighfaricha
Editor: Binti Quryatul Masruroh





