n

Universitas Airlangga Official Website

Teliti Penyebab Anak ’Ngamuk’, Yunita Fauziah Lulus Terbaik S1 Keperawatan UNAIR

ngamuk
YUNITA Fauziah menjelang dikukuhkan sebagai Wisudawan Terbaik S1 Fakultas Keperawatan UNAIR dalam wisuda Desember 2017 lalu. (Foto: Bambang Bes)

UNAIR NEWS – Mulanya, perasaan salah dalam memilih jurusan juga tebersit dipikiran Yunita Fauziah. Namun ia terus mencoba beradaptasi dengan jurusan pilihannya itu. Sempat mengalami kesulitan di awal perkuliahan, namun akhirnya Yunita membuktikan studi S1-nya finish dengan beragam prestasi dan lulus dengan predikat terbaik Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga. Ia meraih IPK 3,71.

”Waktu itu saya dipercaya untuk mewakili Jurusan Keperawatan UNAIR dalam debat bahasa Inggris, dan alhamdulillah saya berhasil meraih juara II,” kenang Yunita, kala ditemui unair.news.

Prestasi Yunita pada English Debate Ners Vaganza tahun 2014 meningkatkan kepercayaan dirinya untuk terus meraih prestasi. Kesempatan mewakili fakultas kembali diperoleh Yunita dalam Conference The 48th APACPH yang berlangsung di Tokyo, tanggal 16-19 September tahun 2016.

Paper-nya pada saat itu membahas tentang program screening kesehatan untuk Warga Negara Asing (WNA) yang akan masuk ke Indonesia, termasuk memberikan imunisasi dan profilaksis.

“Saya tidak menyangka bisa lolos, awalnya saya cuma submit paper. Jadi saya dapat berangkat ke sana untuk presentasi papernya itu,” ucap perempuan anak pasangan Marti dan Suprianto ini.

Menurut Yunita, perjuangannya dalam menjalani perkuliahan itu sama saja dengan mahasiswa lain. Tidak ada yang istimewa. Hanya saja, perjuangan yang ia lakukan lebih giat dan lebih gigih ketika memperjuangkan sesuatu. Dalam menyelesaikan skripsi, misalnya sebagai salah satu syarat kelulusan, Yunita mengambil judul “Hubungan antara Parental Self Efficacy dengan Frekuensi Temper Tantrum pada Anak Usia 2-5 Tahun.

Skripsi itu ia tulis lantaran melihat kondisi lingkungan sekitar dimana banyak anak-anak yang ‘merajuk’ sampai mengamuk pada orang tuanya saat keinginannya tidak dituruti. Yunita lantas tertantang untuk mencari tahu dan penyebab dari tabiat kurang baik itu.

Dari hasil skripsi itu, ia tahu pentingnya kepercayaan diri dari orang tua dalam mengasuh dan menanggapi perilaku emosi yang ditunjukkan anak. Menurutnya, orang tua harus memiliki keyakinan bahwa ia dapat mengasuh anaknya, tetap optimis untuk bisa menghadapi tantangan dan mau berusaha mencari penanganan yang terbaik. (*)

Penulis : Helmy Rafsanjani

Editor: Binti Q. Masruroh.