Universitas Airlangga Official Website

Tembus Final Panggung Global, Tiga Startup UNAIR Jajaki Kemitraan di Lahore

UNAIR NEWS – Tiga perusahaan rintisan atau startup binaan Inkubator Bisnis ATAVI, PASINBIS, Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil tembus babak final ajang World Startup Championship 2026. Kompetisi internasional tersebut berlangsung pada 20 hingga 23 Agustus 2026 di Expo Centre Lahore, Pakistan.

Delegasi UNAIR yang berangkat mewakili kampus terdiri atas tiga tim utama. Pertama, Vet Talk yang bergerak di sektor kesehatan hewan dan teknologi informasi gagasan alumnus Fakultas Kedokteran Hewan Rama Arge Frismana. Kedua, Mulia Samudra di sektor akuakultur dan maritim karya alumnus Fakultas Perikanan dan Kelautan Vito Reyner Adriananda. Ketiga, Bangga EV Charging Station di sektor kendaraan listrik dan energi hijau yang dikembangkan oleh dosen Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin Agus Mukhlisin.

Pencapaian sebagai finalis pada ajang ini merupakan hal yang patut diapresiasi. World Startup Championship 2026 merupakan program puncak dari SEE Pakistan 2026 yang menyeleksi lebih dari empat ribu startup dari tiga ratus perguruan tinggi di berbagai kota. Lolosnya delegasi UNAIR untuk memaparkan model bisnis di hadapan dewan juri internasional membuktikan bahwa inovasi sivitas akademika mampu memenuhi standar global.

Selain mengikuti kompetisi, para finalis juga memamerkan produk mereka kepada publik. Sesi pameran dan jejaring bisnis ini dimanfaatkan secara maksimal oleh ketiga delegasi UNAIR untuk berinteraksi langsung dengan pelaku ekosistem startup mancanegara, calon investor, serta delegasi dari sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam. Dari sesi inilah muncul beragam peluang penjajakan bisnis dan perluasan pasar ke kawasan Asia Selatan.

Wakil Rektor Bidang Ekosistem Entrepreneurial dan Pengembangan Bisnis (EEPB) UNAIR Prof Dr Koko Srimulyo Drs MSi turut memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian para delegasi. Ia menyebutkan bahwa kiprah startup binaan kampus di level internasional sangat sejalan dengan visi besar universitas.

“Kami sangat bangga melihat karya sivitas akademika UNAIR mendapat pengakuan di panggung global. Kehadiran mereka di Lahore tidak sekadar membawa nama baik institusi melainkan membuka jalan bagi inovasi kampus untuk bersaing secara luas. Universitas akan selalu mendukung penuh langkah strategis seperti ini,” tegasnya.

Menyambung hal tersebut Ketua Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi UNAIR Prof Dr Muhammad Nafik Hadi Ryandono menilai capaian ini sebagai bukti nyata kualitas inovasi UNAIR. “Keberhasilan menembus babak final dan bersaing dengan startup dari puluhan negara adalah bukti bahwa inovasi UNAIR relevan dengan kebutuhan pasar global. Pengalaman di Lahore ini menjadi bekal penting sekaligus pembuktian bahwa ekosistem kewirausahaan kita mampu menghasilkan solusi yang nyata,” ujar Prof Nafik.

Sementara itu Koordinator Inkubator Bisnis UNAIR Ahmad Fadlur Rahman Bayuny menambahkan bahwa nilai utama dari kompetisi internasional bukan sekadar piala atau gelar juara, melainkan peluang kerja sama dan jejaring yang berhasil dibangun.

“Meski kita belum meraih juara pertama, status finalis berhasil mendatangkan banyak ketertarikan investor dan perluasan jejaring bisnis global. Ini capaian yang sangat luar biasa. Saat ini seluruh kontak bisnis dan potensi kemitraan strategis dari Lahore sudah kami dokumentasikan untuk segera ditindaklanjuti secara intensif melalui program pendampingan inkubator,” tuturnya.

Partisipasi pada forum tingkat dunia ini akan terus didorong oleh ATAVI UNAIR sebagai langkah strategis untuk menghubungkan keunggulan akademik kampus dengan ekosistem industri yang lebih luas.

Penulis: PASINBIS UNAIR 

Editor: Khefti Al Mawalia