Universitas Airlangga Official Website

Tim BBK Bersama Warga Bakalrejo Olah Sampah Organik Menjadi Eco–Enzyme

Masyarakat Desa Bakalrejo mengikuti kegiatan Loka Karya Pembuatan Eco Enzyme yang diadakan oleh Tim BBK7 Unair
(Masyarakat Desa Bakalrejo mengikuti kegiatan Loka Karya Pembuatan Eco Enzyme yang diadakan oleh Tim BBK7 Unair (24 Januari 2026)

UNAIR NEWS Lamongan – Sampah bioorganik dari aktivitas memasak dan konsumsi harian masih menjadi penyumbang terbesar di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dengan persentase sekitar 30 persen. Kondisi ini juga terjadi di Desa Bakalrejo, di mana sampah dapur rumah tangga umumnya masih berakhir sebagai limbah tanpa pengolahan lanjutan. Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Kelompok Belajar Bersama Komunitas (BBK) Universitas Airlangga menggelar Lokakarya Pembuatan Eco Enzyme bagi masyarakat Desa Bakalrejo pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Lokakarya ini menyasar masyarakat umum dengan tujuan memberikan pemahaman sekaligus keterampilan praktis dalam mengolah sampah bioorganik menjadi eco enzyme, yaitu cairan alami yang dapat digunakan sebagai alternatif bahan kimia sintetis. Kegiatan dipimpin oleh Eleazar Josiah Tirtakusuma dan Alika Fathia Putri, mahasiswa Universitas Airlangga, dengan metode penyampaian materi singkat yang dilanjutkan dengan praktik pembuatan eco enzyme secara langsung bersama peserta.

“Eco enzyme penting karena mengurangi limbah organik, memperbaiki kualitas lingkungan, mendukung kesehatan, menekan biaya rumah tangga, serta menumbuhkan kesadaran warga Desa Bakalrejo terhadap praktik berkelanjutan secara konsisten bersama untuk masa depan bersih.” disampaikan oleh Alika selaku pemateri saat diwawancara mengenai pentingnya ecoenzyme dan harapan pada saat melaksakan kegiatan, “Harapan kita warga Bakalrejo akan mempraktikkan pembuatan eco enzyme ini sendiri kedepan nya.”

Eco enzyme sendiri merupakan cairan hasil fermentasi sampah bioorganik, gula merah, dan air. Apabila berhasil, cairan ini memiliki aroma asam segar dan berwarna cokelat. Dalam skala rumah tangga, eco enzyme dapat dimanfaatkan sebagai pembersih alami, perawatan lingkungan, hingga membantu pengolahan air dan tanah. Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mencapai 31 orang, terdiri dari generasi muda hingga ibu rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memahami pentingnya pemilahan sampah organik, tetapi juga mampu mempraktikkan pembuatan eco enzyme secara mandiri di rumah. Selain didukung oleh PT Forisa Nusapersada sebagai mitra, lokakarya ini secara nyata mendukung SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab), SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui pengelolaan limbah berbasis masyarakat dan kolaborasi multipihak.

#SDG3 #GoodHealthAndWellBeing #SDG17 #PartnershipForTheGoals #SDGsUNAIR


Penulis : Eleazar Josiah