UNAIR NEWS – Tim mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga berhasil meraih Juara 1 Business Plan Competition dalam ajang Pekan Ilmiah Ekonomi 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo Madura. Tim ini terdiri dari Yemima Yesrael Taniarto, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2022, bersama Yulianing Nafisah dan Desy Dwi Syahfitri, mahasiswa Program Studi Manajemen angkatan 2022.
Keikutsertaan dalam kompetisi ini didorong oleh motivasi akademik dan capaian prestasi. “Kami mengikuti lomba ini karena jika menang bisa mendapatkan reward berupa uang dan sertifikat yang membantu peningkatan SKP. SKP lomba itu nilainya besar, jadi semakin tertantang untuk terus ikut kompetisi,” ujar Yemima.
Solusi Biofoam Tray untuk Darurat Sampah Plastik
Business plan yang mereka usung berangkat dari permasalahan serius terkait darurat sampah plastik. Tim menyoroti kondisi lingkungan perkotaan, khususnya Surabaya, yang menunjukkan tingginya paparan mikroplastik sebagai ancaman nyata bagi kesehatan dan lingkungan.
“Masalah utama yang kami lihat adalah tumpukan sampah plastik yang sulit terurai, bahkan hujan di Surabaya sudah mengandung mikroplastik. Itu menunjukkan darurat sampah plastik yang harus segera ditangani,” jelas tim. Berangkat dari permasalahan tersebut, mereka berupaya menghadirkan terobosan pengganti kemasan plastik yang lebih aman dan mudah terurai.
Inovasi yang tim tawarkan berupa biofoam tray untuk buah yang terbuat dari batang padi dan kulit jagung. Perbedaan utama produk ini daripada kemasan sejenis di pasaran terletak pada penggunaan coating pati jagung, menggantikan lapisan plastik yang umum masyarakat gunakan.

Riset Pasar, Tantangan, dan Harapan ke Depan
Sebelum menyusun business plan, tim melakukan riset pasar melalui Google Trends serta pencarian data jumlah retail di Indonesia, mulai dari supermarket, minimarket, hingga penjual buah. Tim juga menerapkan analisis segmentation targeting positioning serta TAM SAM SOM untuk memastikan potensi pasar yang nyata dan terukur.
Tantangan terbesar dalam penyusunan business plan terletak pada aspek operasional karena latar belakang tim bukan berasal dari bidang STEM. “Kami sempat kesulitan menentukan takaran bahan dan teknik produksi, tetapi kami mengatasinya dengan berdiskusi bersama teman dari bidang STEM dan melakukan studi literatur,” ungkap tim.
Keberhasilan meraih Juara 1 menjadi pengalaman yang membanggakan. “Kami sangat senang dan tidak menyangka bisa juara, apalagi sempat merasa hopeless. Dari sini kami belajar bahwa gagal di awal tidak masalah selama mau bangkit dan terus berusaha,” tutup mereka. Ke depan, tim berharap inovasi ini tidak berhenti sebagai ide, tetapi dapat diwujudkan menjadi bisnis nyata yang berdampak positif bagi lingkungan.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





