Universitas Airlangga Official Website

Tim Mahasiswa SIKIA Dorong Digitalisasi Ternak di Desa Telemung

Kambing Peranakan Etawa Sebagai Salah Satu Ternak Unggulan Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi (Sumber: Greeners.co)
Kambing Peranakan Etawa Sebagai Salah Satu Ternak Unggulan Desa Telemung, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi (Sumber: Greeners.co)

UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Kedokteran Hewan (HMKH) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Akuakultur (Himakua) berhasil mendapatkan pendanaan PPK Ormawa 2023 dari Ditjen DIKTI. Mereka mengangkat konsep digitalisasi ternak di Desa Telemung, Banyuwangi.

Desa Telemung memiliki potensi besar karena mempunyai populasi kambing dan hasil ternak yang banyak. Sejumlah produk susu kambing belum termanfaatkan secara maksimal. 

Usung Digital Farming

Ketua Ariel Kusumawardani menuturkan timnya mengusung konsep digital farming dengan empat program. Seperti program Setahun Manak Loro (SEMAR), Manajemen Pemeliharaan Kambing Etawa (MPKetawa), Pengolahan Susu Kambing Etawa (PESAT), dan Pengolahan Limbah Kambing sebagai Pupuk Untuk Kultur Pakan Alami Daphnia sp. (PORKLAMASI).

“Empat program tersebut sebenarnya latar beakangnya keperluan dan keluh kesah masyarakat Desa Telemung,” tuturnya.

Sasaran Program

Keempat program akan menyasar kelompok peternak, ibu-ibu PKK, dan karang taruna di Desa Telemung. Khususnya berkaitan dengan digitalisasi ternak. Sasaran tersebut menjadi kader yang akan mengembangkan potensi di desa. Ariel mengatakan program itu akan meningkatkan kualitas kelompok ternak menjadi lebih terorganisasi sehingga berpengaruh pada peningkatan nilai ekonomi. Selain itu, tim akan mendukung keberlanjutan program pencatatan digital ternak berbasis aplikasi.

“Serta, keberlanjutan program recording pada aplikasi DISFAR sehingga selalu memudahkan peternak dalam meningkatkan mutu ternak,” katanya.

Sehingga nantinya masyarakat merasakan perkembangan ekonomi desa. Termasuk membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan harga jual susu serta ternak.

Sekaligus meningkatkan digitalisasi peternak untuk melakukan recording dan pemantauan keadaan kambing dengan mudah dan cepat. Dengan begitu, aktivitas produksi ternak di Desa Telemung menjadi lebih efektif dan efisien.

Sasaran Program

Walau HMKH dan HIMAKUA memiliki bidang yang berbeda, kolaborasi di antara keduanya telah tertata sesuai dengan kapasitasnya. HMKH akan mengambil pada bagian manajemen kesehatan dan reproduksi ternak. Sedangkan HIMAKUA mengambil bagian limbah ternak yang masih bisa bermanfaat. Selain itu, tim tersebut akan terus bersinergi dalam memaksimalkan potensi dengan berbagai pihak.

“Kita akan terus melakukan koordinasi dan komunikasi yang kuat terhadap pihak internal maupun eksternal,” tutupnya.

Penulis: Azhar Burhanuddin

Editor: Feri Fenoria

Baca juga:

Cerita Frency Imanuel Ikuti Konferensi HISAS 18th di Jepang

Cerita Mahasiswa SIKIA UNAIR Ikuti CAYE-III di Malaysia